Siapakah Pemilik Mahar Pernikahan?

21 Agu 2021  |  316x | Ditulis oleh : Kak Min
Siapakah Pemilik Mahar Pernikahan?

Dalam hari-hari terakhir ini, kabar pernikahan sepasang selebriti muda menjadi trending topic di masyarakat kita. Salah satunya, karena mahar yang diberikan dalam pernikahan tersebut begitu fantastis dan cukup menghebohkan masyarakat yang tengah dirundung pandemi ini. Sebenarnya apa dan bagaimana mahar itu dalam pandangan syariat? Lantas milik siapakah mahar tersebut nantinya, milik istri atau mertuanya?

Dalam Islam, mahar adalah sesuatu yang harus diberikan oleh calon suami kepada calon istri ketika melangsungkan pernikahan dan menjadi salah satu syarat dalam akad nikah. Adanya mahar, tercantum dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

Allah Ta’ala berfirman:

وَاٰ تُوا النِّسَآءَ صَدُقٰتِهِنَّ نِحۡلَةً‌ ؕ فَاِنۡ طِبۡنَ لَـكُمۡ عَنۡ شَىۡءٍ مِّنۡهُ نَفۡسًا فَكُلُوۡهُ هَنِيۡٓــًٔـا مَّرِیۡٓـــٴًﺎ

“Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati”.(QS An-Nisa : 4)

Hadis Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Pergilah dan carilah meskipun hanya sebuah cincin dari besi.” Lalu, mahar nikah hak siapa, hak istri atau mertua? (HR Al-Bukhari)

Imam Ibn Hazm di dalam kitabnya Al-Muhalla menjelaskan:

ولا يحل لأب البكر صغيرة كانت أو كبيرة أو الثيب، ولا لغيره من سائر القرابة أو غيرهم: حكم في شيء من صداق الابنة، أو القريبة، ولا لأحد ممن ذكرنا أن يهبه، ولا شيئا منه، لا للزوج طلق أو أمسك ولا لغيره، فإن فعلوا شيئا من ذلك هو مفسوخ باطل مردود أبدا

“Tidak halal bagi ayah seorang gadis; baik masih kecil atau sudah besar, maupun ayah seorang janda dan anggota keluarga lainnya, menggunakan sedikitpun dari mahar putrinya atau kerabatnya. Tidak seorang pun yang kami sebutkan, berhak memberikan sebagian mahar itu, baik kepada suami yang telah menceraikan ataupun belum menceraikannya, tidak pula kepada yang lainnya. Siapa yang melakukan demikian, maka hal itu adalah perbuatan yang salah dan tertolak selamanya.”

Dari penjelasan-penjelasan di atas, para ulama mengindikasikan bahwa mahar adalah hak penuh istri yang tidak boleh diminta oleh siapapun. Mazhab Hanafi menjelaskan bahwa mahar sebagai jumlah harta yang menjadi hak istri karena akad pernikahan atau terjadinya senggama dengan sesungguhnya.

Ulama mazhab Maliki mendefinisikan mahar sebagai sesuatu yang menjadikan istri halal untuk digauli. Sementara itu, ulama madzhab Syafi’i menyebutkan mahar sebagai sesuatu yang wajib dibayarkan disebabkan akad nikah atau senggama. Sedangkan ulama mazhab Hanbali mendefinisikan mahar sebagai imbalan dari suatu pernikahan, baik disebutkan secara jelas dalam akad nikah, ditentukan setelah akad dengan persetujuan kedua belah pihak, atau ditentukan oleh hakim.

Dengan demikian, maka mahar nikah adalah sepenuhnya hak wanita/istri. Maka, harta yang didapatkan dari suaminya itu tidak boleh dimiliki oleh siapapun, termasuk suaminya dan orang tuanya.

Tujuan Mahar Pernikahan

Mahar dalam pernikahan merupakan harta yang diberikan pihak calon suami kepada calon istri untuk dinikahi sebagai penghalal hubungan keduanya. Karena itu mahar merupakan bentuk pemuliaan Islam kepada seorang perempuan.

Pada jaman jahiliyah sebenarnya mahar sudah ada. Namun bukan calon istri yang memiliki haknya, melainkan wali nikahnya. Wali nikah tersebut berhak menentukan mahar, menerimanya, dan juga membelanjakannya untuk dirinya sendiri.

Maka ketika Islam datang, Islam mampu menyelesaikan permasalahan tersebut dengan mewajibkan untuk memberikan mahar kepada calon istri, bukan ayah atau wali nikah. Sebagaimana tertulis dalam QS An-Nisa: 4 di atas.

(hajinews)

Berita Terkait
Baca Juga:
Mengulang Sejarah Tentang Tugu Muda di Kota Semarang

Mengulang Sejarah Tentang Tugu Muda di Kota Semarang

Nasional      

3 Apr 2020 | 1007 Kak Min


Mengulang Sejarah Tentang Tugu Muda di Kota Semarang – Tentu kita semua sudah tau ya tentang sejarah Tugu Muda yang ada di kota Semarang letaknya di jantung kota. Tugu ini dibangun ...

Kamu Pasti Bisa, Hilangkan Sikap Malas dengan 7 Tips ini!

Kamu Pasti Bisa, Hilangkan Sikap Malas dengan 7 Tips ini!

Tips      

15 Jan 2020 | 682 Kak Min


Mitra-media.com - Siapapun pasti mengalami rasa malas. Hal tersebut memang manusiawi. Namun, bila sobat selalu mengikuti keinginan untuk bersikap malas, lama-kelamaan akan menjadi ...

Anies Gubernur Untuk Semua Pemeluk Agama

Anies Gubernur Untuk Semua Pemeluk Agama

Nasional      

9 Sep 2021 | 281 Kak Min


Ketika anda dilantik jadi pemimpin, saat itu anda menjadi pemimpin untuk semua rakyat anda. Tidak peduli partai pengusung anda, dan kelompok mana yang mendukung dan memilih anda. Negeri ...

Bulan Penuh Keberkahan Pintu Pintu Syurga Dibuka dan Pintu Neraka Ditutup

Bulan Penuh Keberkahan Pintu Pintu Syurga Dibuka dan Pintu Neraka Ditutup

Religi      

13 Apr 2021 | 312 Kak Min


BULAN Ramadan disebut juga syahrush shiyam (Bulan Puasa). Pada bulan ramadan menurut riwayat yang ada, setan-setan dibelenggu (shuffidatusy syayathin), pintu-pintu ...

Menikah Untuk Mencapai Kebahagiaan Dunia dan Akherat

Menikah Untuk Mencapai Kebahagiaan Dunia dan Akherat

Tips      

30 Des 2020 | 729 Kak Min


Seiring bertambahnya usia tentu saja untuk wanita dan pria akan berpengaruh kepada kualitas tingkat kesuburan baik pada wanita atau pria itu. Penurunan tingkat kesuburan di atas usia 35 ...

Stop Cuci Beras Langsung di Panci Rice Cooker, Bisa Meracuni Keluarga!

Stop Cuci Beras Langsung di Panci Rice Cooker, Bisa Meracuni Keluarga!

Kesehatan      

15 Agu 2021 | 628 Kak Min


Mencuci beras langsung di panci rice cooker yang menjadi kebiasaan hampir setiap orang saat ingin menanak nasi ternyata bisa meracuni keluarga. Pada jaman sekarang hampir setiap orang ...