Siapakah Pemilik Mahar Pernikahan?

21 Agu 2021  |  1307x | Ditulis oleh : Kak Min
Siapakah Pemilik Mahar Pernikahan?

Dalam hari-hari terakhir ini, kabar pernikahan sepasang selebriti muda menjadi trending topic di masyarakat kita. Salah satunya, karena mahar yang diberikan dalam pernikahan tersebut begitu fantastis dan cukup menghebohkan masyarakat yang tengah dirundung pandemi ini. Sebenarnya apa dan bagaimana mahar itu dalam pandangan syariat? Lantas milik siapakah mahar tersebut nantinya, milik istri atau mertuanya?

Dalam Islam, mahar adalah sesuatu yang harus diberikan oleh calon suami kepada calon istri ketika melangsungkan pernikahan dan menjadi salah satu syarat dalam akad nikah. Adanya mahar, tercantum dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

Allah Ta’ala berfirman:

وَاٰ تُوا النِّسَآءَ صَدُقٰتِهِنَّ نِحۡلَةً‌ ؕ فَاِنۡ طِبۡنَ لَـكُمۡ عَنۡ شَىۡءٍ مِّنۡهُ نَفۡسًا فَكُلُوۡهُ هَنِيۡٓــًٔـا مَّرِیۡٓـــٴًﺎ

“Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati”.(QS An-Nisa : 4)

Hadis Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Pergilah dan carilah meskipun hanya sebuah cincin dari besi.” Lalu, mahar nikah hak siapa, hak istri atau mertua? (HR Al-Bukhari)

Imam Ibn Hazm di dalam kitabnya Al-Muhalla menjelaskan:

ولا يحل لأب البكر صغيرة كانت أو كبيرة أو الثيب، ولا لغيره من سائر القرابة أو غيرهم: حكم في شيء من صداق الابنة، أو القريبة، ولا لأحد ممن ذكرنا أن يهبه، ولا شيئا منه، لا للزوج طلق أو أمسك ولا لغيره، فإن فعلوا شيئا من ذلك هو مفسوخ باطل مردود أبدا

“Tidak halal bagi ayah seorang gadis; baik masih kecil atau sudah besar, maupun ayah seorang janda dan anggota keluarga lainnya, menggunakan sedikitpun dari mahar putrinya atau kerabatnya. Tidak seorang pun yang kami sebutkan, berhak memberikan sebagian mahar itu, baik kepada suami yang telah menceraikan ataupun belum menceraikannya, tidak pula kepada yang lainnya. Siapa yang melakukan demikian, maka hal itu adalah perbuatan yang salah dan tertolak selamanya.”

Dari penjelasan-penjelasan di atas, para ulama mengindikasikan bahwa mahar adalah hak penuh istri yang tidak boleh diminta oleh siapapun. Mazhab Hanafi menjelaskan bahwa mahar sebagai jumlah harta yang menjadi hak istri karena akad pernikahan atau terjadinya senggama dengan sesungguhnya.

Ulama mazhab Maliki mendefinisikan mahar sebagai sesuatu yang menjadikan istri halal untuk digauli. Sementara itu, ulama madzhab Syafi’i menyebutkan mahar sebagai sesuatu yang wajib dibayarkan disebabkan akad nikah atau senggama. Sedangkan ulama mazhab Hanbali mendefinisikan mahar sebagai imbalan dari suatu pernikahan, baik disebutkan secara jelas dalam akad nikah, ditentukan setelah akad dengan persetujuan kedua belah pihak, atau ditentukan oleh hakim.

Dengan demikian, maka mahar nikah adalah sepenuhnya hak wanita/istri. Maka, harta yang didapatkan dari suaminya itu tidak boleh dimiliki oleh siapapun, termasuk suaminya dan orang tuanya.

Tujuan Mahar Pernikahan

Mahar dalam pernikahan merupakan harta yang diberikan pihak calon suami kepada calon istri untuk dinikahi sebagai penghalal hubungan keduanya. Karena itu mahar merupakan bentuk pemuliaan Islam kepada seorang perempuan.

Pada jaman jahiliyah sebenarnya mahar sudah ada. Namun bukan calon istri yang memiliki haknya, melainkan wali nikahnya. Wali nikah tersebut berhak menentukan mahar, menerimanya, dan juga membelanjakannya untuk dirinya sendiri.

Maka ketika Islam datang, Islam mampu menyelesaikan permasalahan tersebut dengan mewajibkan untuk memberikan mahar kepada calon istri, bukan ayah atau wali nikah. Sebagaimana tertulis dalam QS An-Nisa: 4 di atas.

(hajinews)

Berita Terkait
Baca Juga:
Mau Cari Mobil Bekas Murah Berkualitas? Disini saja Nih

Mau Cari Mobil Bekas Murah Berkualitas? Disini saja Nih

Tips      

28 Jul 2022 | 578 Kak Min


Sekarang ini jalanan sudah makin macet, bukan hanya dikota-kota besar, tetapi di kota kecil atau kabupaten juga sudah padat oleh kendaraan roda dua dan empat. Saat ini mobil adalah alat ...

Pergi Haji Bersama Travel Haji dan Umrah yang Profesional Disini Yuk

Pergi Haji Bersama Travel Haji dan Umrah yang Profesional Disini Yuk

Nasional      

20 Jul 2022 | 521 Kak Min


Pergi haji adalah impian semua umat muslim di seluruh dunia, untuk mendapatkan nomer antrian haji saja sekarang ini semua udah dapat dua atau tiga digit angkanya. Jadi tidak heran sembari ...

Trik Berjualan Laris Manis Dimasa Pandemik

Trik Berjualan Laris Manis Dimasa Pandemik

Tips      

14 Mei 2020 | 1023 Kak Min


Indonesia masih dilanda corona, pandemik virus corona masih merajalela bukan hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Saat ini banyak sekali pengangguran karena banyak perusahaan dan ...

Gaya Hidup Vegetarian Lebih Sehat

Gaya Hidup Vegetarian Lebih Sehat

Kesehatan      

24 Maret 2022 | 517 Kak Min


Gaya hidup seorang vegetarian lebih sehat? Tren menjadi vegetarian saat ini memang banyak digemari dengan alasan diet dan kesehatan. Lantaran bahan makanan yang dikonsumsi dinilai rendah ...

Dunia ini Singkat Dunia ini Tempat Permainan

Dunia ini Singkat Dunia ini Tempat Permainan

Religi      

22 Jan 2021 | 897 Kak Min


Allah SWT akan memberikan cobaan berupa musibah kepada setiap manusia itu bertingkat-tingkat. Semakin tinggi tingkat keimanan seseorang maka semakin berat ujian yang akan mereka alami. ...

Mantan Menkes RI “Kuliti” Omicron: Tak Bahaya, Terlalu Dramatisasi!

Mantan Menkes RI “Kuliti” Omicron: Tak Bahaya, Terlalu Dramatisasi!

Nasional      

21 Des 2021 | 601 Kak Min


Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Siti Fadilah membongkar ‘busuk’ dari informasi virus varian Omicron dengan mengatakan virus tersebut tak terlalu bahaya. Siti Fadilah lantas ...