Mau Bahagia? Coba Konsep Bahagia ala Jepang IKIGAI

8 Jan 2020  |  1795x | Ditulis oleh : Kak Min
Mau Bahagia? Coba Konsep Bahagia ala Jepang IKIGAI

Mitra-Media - Pernahkah sobat bertanya, ‘mengapa sih kita hidup?’ atau ‘sebenarnya, apa sih yang kita cari?’. Pertanyaan filosofis itu seakan menjadi bayang-bayang yang auto muncul saat kita sedang melakukan pekerjaan dan rutinitas sehari-hari dan kita sudah lelah menjalaninya bahkan sudah mulai jenuh dengan semua itu.  

Pekerjaan 7 to 3, 8 to 4 atau 9 to 5 dilakukan hampir setiap hari bahkan tak sedikit yang lembur bekerja. Mereka tidak peduli walaupun bekerja underpressure (di bawah tekanan), karena mereka butuh yang namanya uang. Narasi “time is money and money is happiness” seakan sudah mendarah daging bagi sebagian orang. Namun, kita perlu pikirkan, untuk apa uang jika kita selalu tertekan ketika bekerja? Lalu kapan kita bahagia dengan uang itu? Terkadang, orang hanya mempunyai waktu untuk me-time pada hari Sabtu atau Minggu saja, itu pun digunakan untuk sekedar istirahat.

Well, mencari uang untuk kebutuhan hidup memang penting, namun ketika kebutuhan itu sudah cukup, uang juga dicari untuk memenuhi tuntutan gaya hidup. Padahal, kita tidak tahu kapan kita meninggal, apakah kita masih bisa merasakan hasil bekerja kita atau tidak.

Ada juga sebagian orang yang rela mengerjakan sesuatu demi orang lain tanpa ia perhatikan kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Istilahnya tidak realistis. Membahagiakan orang lain tapi membuat dirinya sengsara. Kasusu-kasus tersebut menandakan dibutuhkannya alat penyeimbang. Nah, Ikigai menjadi salahsatu jawabannya.

Ikigai merupakan sebuah term yang berasal dari negeri Sakura, Jepang. ‘Iki’ artinya kehidupan dan ‘gai’ artinya nilai. Jadi Ikigai merupakan sebuah kata yang artinya ‘nilai kehidupan’. Di Jepang, Ikigai menjadi salahsatu konsep hidup. Kita sering melihat orang-orang Jepang selalu semangat bekerja bahkan sampai larut malam. Walaupun hari sudah tengah malam, di kereta-kereta Jepang masih bersuliweran orang-orang berjas. Orang Jepang juga rutin bangun di pagi buta dan segera bergegas karena mereka tahu persis apa yang akan dilakukannya pada saat hari itu. Nah, sobat ternyata yang membuat mereka punya etos kerja yang tinggi dan dapat bertahan hidup seperti itu karena mereka menerapkan konsep Ikigai ini. Jadi apa sih Ikigai itu?

Ikigai diasumsikan sebagai sebuah konsep hidup yang bertujuan untuk menjawab ‘mengapa sih kita hidup?’ atau ‘sebenarnya apa sih yang kita cari?’. Dengan kata lain, Ikigai menegaskan ‘buat apa kita hidup kalo nggak ada alasan dan tujuannya?’ rasanya seperti meaningless life, padahal kita itu diberikan rewarding life oleh Tuhan yang tuntutannya hanya satu yakni taat pada-Nya.

Ketika seseorang sudah menemukan sisi ikigai-nya, sesulit apapun rintangan yang sedang ia hadapi, sekeras apapun masalah yang menerpa dirinya, ia akan terus bergerak maju dan jauh dari stres, depresi, dan mengalami tekanan hidup. Mereka akan menjalani keseharian mereka dengan senang hati dan penuh semangat. Sehingga orang-orang yang menerapkan konsep ini dapat hidup dengan umur panjang.

Oke, lebih jelasnya, konsep Ikigai adalah irisan dari keempat komponen berikut :

Passion

Passion adalah sesuatu yang tidak pernah kita bosan untuk melakukannya. Pasion ini menjawab pertanyaan What you love? (apa yang kita sukai?) dan what you are good at? (apa yang kamu bisa?). Contohnya kita senang musik dan kita bisa memainkan biola, akan tetapi kita tidak dibayar dan tidak ada yang membutuhkan kita.

Profession 

Profession artinya pekerjaan. Profession ini menjawab pertanyaan What are you good at?  (apa yang kamu bisa) dan What you can be paid for? (apa yang bisa dibayar dari yang kamu lakukan?). Misalnya kita bisa bermain biola dan kita dibayar untuk itu, tetapi sebenarnya kita tidak senang musik, itu hanya tuntutan saja dan tidak ada yang terlalu urgent membutuhkan kita bermain biola tersebut karena kita bukan satu-satunya yang bisa bermain biola.

Vocation

Vocation artinya panggilan. Vocation menjawab pertanyaan What’s the world need? (apa yang dunia butuhkan?) dan What you can be paid for? (apa yang bisa dibayar dari yang kamu lakukan?). Misalnya di suatu acara dibutuhkan seorang peain biola untuk hiburan, dan kita memberanikan diri untuk bermain biola tersebut agar kita mendapat uang, padahal kita sebenarnya tidak expert dan tidak senang bermain musik tersebut.

Misiion

Misiion artinya tugas atau misi. Misiion menjawab pertanyaan What you love? (apa yang kita sukai?) dan what the world needs? (apa yang dunia butuhkan?). Misalnya kita senang musik tapi tidak bisa bermain musik. Suatu ketika, kita dibutuhkan untuk mengadakan acara hiburan di sebuah panti asuhan, dan kita membantu dalam penyelenggaraan tersebut dengan menghadirkan bintang tamu yang akan menampilkan musik. Pada akhirnya bayaran untuk pemain musik itu tidak kita dapatkan dan kita pun tidak dibayar untuk usaha penyelenggaraan acara tersebut. Namun, walaupun kita membutuhkan uang tersebut untuk menafkahi keluarga, kita tetap bahagia karena bisa membahagiakan anak panti.

Nah, konsep Ikigai merupakan irisan dari keempat komponen tersebut. Untuk mendapat Ikigai kita tidak perlu menjadi orang Jepang. Kita juga bisa kok. Contohnya kita sadar bahwa kita senang musik dan kita bisa bermain musik (misalnya kita bisa bermain biola). Pada saat ini sedang tren hiburan dengan musik-musik gambus di acara pernikahan. Lalu, kita bergabung dengan tim gambus dan diundang untuk bermain biola dan kita pun dibayar. Itu artinya, kita sudah menemukan Ikigai dalam hidup kita. Karena kita senang musik, kita bisa main musik, orang lain membutuhkan kita dan kita dibayar.  

Membutuhkan pencarian jiwa dan introspeksi yang jujur untuk menemukan Ikigai seseorang.  Jadi bagaimana seseorang menemukan ikigai mereka? Caranya adalah kita pergi ke suatu tempat yang tenang di mana kita dapat merenungkan empat pertanyaan ini (Apa yang Anda suka lakukan, apa yang Anda kuasai, untuk apa Anda dibayar, dan apa yang dunia butuhkan?) dan lakukanlah penemuan diri sendiri. Setelah dianalisis, kita akan mendapat jawaban. Jika pekerjaan selama ini adalah ikigai maka kita akan perbaiki elemen yang kurangnya, namun jika ternyata pekerjaan kita selama ini bukan Ikigai, kita harus mencari pekerjaan lain yang memang lebih cocok dengan diri kita agar hidup kita semakin hidup. Karena hidup hanya sekali, maka hiduplah yang berarti ya!

(Wid)

Baca Juga:
Hari Senin Lagi? Ini 12 Tips Mengawali Hari Kerja Agar Sukses

Hari Senin Lagi? Ini 12 Tips Mengawali Hari Kerja Agar Sukses

Tips      

27 Jan 2020 | 1314 Kak Min


Mitra-media.com - Hari Senin kembali datang, dan bagi sebagian orang, terkadang Senin menjadi sesuatu yang kurang disukai karena hari pertama masuk kerja setelah liburan. Lantas, ...

Cari Penerjemah Ijazah yang Profesional dan Berpengalaman

Cari Penerjemah Ijazah yang Profesional dan Berpengalaman

Tips      

11 Maret 2022 | 422 Kak Min


Jika anda mau dokumen ada diterjemahkan dengan benar, sebaiknya anda cari penerjemah ijazah yang profesional dan berpengalaman. Dalam keadaan apapun jangan memilih penerjemah tersumpah yang ...

Keuntungan Belajar Digital Marketing untuk Menaikkan Omzet Perusahaan

Keuntungan Belajar Digital Marketing untuk Menaikkan Omzet Perusahaan

Tips      

15 Maret 2022 | 150 Kak Min


Apakah Anda mengetahui apa itu digital marketing? Istilah tersebut memang sedang naik daun belakangan ini, khususnya dalam dunia usaha. Diklaim bahwa digital marketing mampu ...

Anwar Abbas : Aktivitas Ekonomi Indonesia Harus Religius Jangan Sekuler

Anwar Abbas : Aktivitas Ekonomi Indonesia Harus Religius Jangan Sekuler

Nasional      

13 Jan 2021 | 477 Kak Min


Indonesia memang bukan negara Islam, tetapi sebatas agama mayoritas di negara ini. Tetapi peraturan yang dibuat sejak zaman dulu selalu melalui pendapat para ulama dan tidak lepas dari ...

Daftar Artis Indonesia yang Naik Haji Diundang Langsung Oleh Raja Arab

Daftar Artis Indonesia yang Naik Haji Diundang Langsung Oleh Raja Arab

Nasional      

7 Jun 2021 | 490 Kak Min


Menunaikan ibadah haji adalah dambaan semua muslim di Dunia.  Biasanya untuk melaksanakannya kita harus mempersiapkan finansial secara matang,  namun tidak untuk beberapa artis di ...

Sri Mulyani Ingatkan Ancaman Ekonomi yang Lebih Besar Selain Pandemi

Sri Mulyani Ingatkan Ancaman Ekonomi yang Lebih Besar Selain Pandemi

Nasional      

27 Okt 2021 | 350 Kak Min


Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan ada ancaman lain yang mengganggu ekonomi selain pandemi saat ini. Bahkan menurutnya, ancaman selain pandemi ini memerlukan penanganan yang tanpa ...