
Mitra-Media - Pernahkah sobat bertanya, ‘mengapa sih kita hidup?’ atau ‘sebenarnya, apa sih yang kita cari?’. Pertanyaan filosofis itu seakan menjadi bayang-bayang yang auto muncul saat kita sedang melakukan pekerjaan dan rutinitas sehari-hari dan kita sudah lelah menjalaninya bahkan sudah mulai jenuh dengan semua itu.
Pekerjaan 7 to 3, 8 to 4 atau 9 to 5 dilakukan hampir setiap hari bahkan tak sedikit yang lembur bekerja. Mereka tidak peduli walaupun bekerja underpressure (di bawah tekanan), karena mereka butuh yang namanya uang. Narasi “time is money and money is happiness” seakan sudah mendarah daging bagi sebagian orang. Namun, kita perlu pikirkan, untuk apa uang jika kita selalu tertekan ketika bekerja? Lalu kapan kita bahagia dengan uang itu? Terkadang, orang hanya mempunyai waktu untuk me-time pada hari Sabtu atau Minggu saja, itu pun digunakan untuk sekedar istirahat.
Well, mencari uang untuk kebutuhan hidup memang penting, namun ketika kebutuhan itu sudah cukup, uang juga dicari untuk memenuhi tuntutan gaya hidup. Padahal, kita tidak tahu kapan kita meninggal, apakah kita masih bisa merasakan hasil bekerja kita atau tidak.
Ada juga sebagian orang yang rela mengerjakan sesuatu demi orang lain tanpa ia perhatikan kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Istilahnya tidak realistis. Membahagiakan orang lain tapi membuat dirinya sengsara. Kasusu-kasus tersebut menandakan dibutuhkannya alat penyeimbang. Nah, Ikigai menjadi salahsatu jawabannya.
Ikigai merupakan sebuah term yang berasal dari negeri Sakura, Jepang. ‘Iki’ artinya kehidupan dan ‘gai’ artinya nilai. Jadi Ikigai merupakan sebuah kata yang artinya ‘nilai kehidupan’. Di Jepang, Ikigai menjadi salahsatu konsep hidup. Kita sering melihat orang-orang Jepang selalu semangat bekerja bahkan sampai larut malam. Walaupun hari sudah tengah malam, di kereta-kereta Jepang masih bersuliweran orang-orang berjas. Orang Jepang juga rutin bangun di pagi buta dan segera bergegas karena mereka tahu persis apa yang akan dilakukannya pada saat hari itu. Nah, sobat ternyata yang membuat mereka punya etos kerja yang tinggi dan dapat bertahan hidup seperti itu karena mereka menerapkan konsep Ikigai ini. Jadi apa sih Ikigai itu?
Ikigai diasumsikan sebagai sebuah konsep hidup yang bertujuan untuk menjawab ‘mengapa sih kita hidup?’ atau ‘sebenarnya apa sih yang kita cari?’. Dengan kata lain, Ikigai menegaskan ‘buat apa kita hidup kalo nggak ada alasan dan tujuannya?’ rasanya seperti meaningless life, padahal kita itu diberikan rewarding life oleh Tuhan yang tuntutannya hanya satu yakni taat pada-Nya.
Ketika seseorang sudah menemukan sisi ikigai-nya, sesulit apapun rintangan yang sedang ia hadapi, sekeras apapun masalah yang menerpa dirinya, ia akan terus bergerak maju dan jauh dari stres, depresi, dan mengalami tekanan hidup. Mereka akan menjalani keseharian mereka dengan senang hati dan penuh semangat. Sehingga orang-orang yang menerapkan konsep ini dapat hidup dengan umur panjang.
Oke, lebih jelasnya, konsep Ikigai adalah irisan dari keempat komponen berikut :

Passion adalah sesuatu yang tidak pernah kita bosan untuk melakukannya. Pasion ini menjawab pertanyaan What you love? (apa yang kita sukai?) dan what you are good at? (apa yang kamu bisa?). Contohnya kita senang musik dan kita bisa memainkan biola, akan tetapi kita tidak dibayar dan tidak ada yang membutuhkan kita.
Profession artinya pekerjaan. Profession ini menjawab pertanyaan What are you good at? (apa yang kamu bisa) dan What you can be paid for? (apa yang bisa dibayar dari yang kamu lakukan?). Misalnya kita bisa bermain biola dan kita dibayar untuk itu, tetapi sebenarnya kita tidak senang musik, itu hanya tuntutan saja dan tidak ada yang terlalu urgent membutuhkan kita bermain biola tersebut karena kita bukan satu-satunya yang bisa bermain biola.
Vocation artinya panggilan. Vocation menjawab pertanyaan What’s the world need? (apa yang dunia butuhkan?) dan What you can be paid for? (apa yang bisa dibayar dari yang kamu lakukan?). Misalnya di suatu acara dibutuhkan seorang peain biola untuk hiburan, dan kita memberanikan diri untuk bermain biola tersebut agar kita mendapat uang, padahal kita sebenarnya tidak expert dan tidak senang bermain musik tersebut.
Misiion artinya tugas atau misi. Misiion menjawab pertanyaan What you love? (apa yang kita sukai?) dan what the world needs? (apa yang dunia butuhkan?). Misalnya kita senang musik tapi tidak bisa bermain musik. Suatu ketika, kita dibutuhkan untuk mengadakan acara hiburan di sebuah panti asuhan, dan kita membantu dalam penyelenggaraan tersebut dengan menghadirkan bintang tamu yang akan menampilkan musik. Pada akhirnya bayaran untuk pemain musik itu tidak kita dapatkan dan kita pun tidak dibayar untuk usaha penyelenggaraan acara tersebut. Namun, walaupun kita membutuhkan uang tersebut untuk menafkahi keluarga, kita tetap bahagia karena bisa membahagiakan anak panti.
Nah, konsep Ikigai merupakan irisan dari keempat komponen tersebut. Untuk mendapat Ikigai kita tidak perlu menjadi orang Jepang. Kita juga bisa kok. Contohnya kita sadar bahwa kita senang musik dan kita bisa bermain musik (misalnya kita bisa bermain biola). Pada saat ini sedang tren hiburan dengan musik-musik gambus di acara pernikahan. Lalu, kita bergabung dengan tim gambus dan diundang untuk bermain biola dan kita pun dibayar. Itu artinya, kita sudah menemukan Ikigai dalam hidup kita. Karena kita senang musik, kita bisa main musik, orang lain membutuhkan kita dan kita dibayar.
Membutuhkan pencarian jiwa dan introspeksi yang jujur untuk menemukan Ikigai seseorang. Jadi bagaimana seseorang menemukan ikigai mereka? Caranya adalah kita pergi ke suatu tempat yang tenang di mana kita dapat merenungkan empat pertanyaan ini (Apa yang Anda suka lakukan, apa yang Anda kuasai, untuk apa Anda dibayar, dan apa yang dunia butuhkan?) dan lakukanlah penemuan diri sendiri. Setelah dianalisis, kita akan mendapat jawaban. Jika pekerjaan selama ini adalah ikigai maka kita akan perbaiki elemen yang kurangnya, namun jika ternyata pekerjaan kita selama ini bukan Ikigai, kita harus mencari pekerjaan lain yang memang lebih cocok dengan diri kita agar hidup kita semakin hidup. Karena hidup hanya sekali, maka hiduplah yang berarti ya!
(Wid)
TRAC Sediakan Layanan Antar-Jemput Bandara dari Aplikasi
23 Jul 2022 | 1627
Kak Min
TRAC Sediakan Layanan Antar-Jemput Bandara dari Aplikasi Tidak hanya kendaraan, TRAC juga menyediakan jasa pengemudi berpengalaman yang terlatih secara profesional. Hal ini dilakukan ...
Sederet Bukti Gelombang PHK di RI Makin Jelas
12 Okt 2022 | 1342
Kak Min
Kalangan pengusaha menyebut situasi saat ini dalam kondisi yang tidak mengenakkan. Pemerintah dan pekerja harus saling bekerja sama karena ada ‘bahaya’ yang ...
Mau Ikut Ajang Lomba Mahasiswa Berpretasi? Ikuti 7 Tips Ini
6 Jan 2020 | 2024
Kak Min
Mitra-Media - Sobat, kamu tahu tentang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi atau biasa disingkat PILMAPRES? PILMAPRES ini biasa diselenggarakan terlebih dahulu di tingkat ...
Kasus Korupsi Pejabat yang Tidak Diproses KPK di Jaman Jokowi
28 Jan 2024 | 1492
Kak Min
Korupsi merupakan salah satu masalah serius di Indonesia yang telah merugikan negara dan rakyatnya. Para pejabat yang seharusnya menjadi teladan dan bertanggung jawab atas kesejahteraan ...
Tiga Waktu Mandi yang Dilarang dalam Islam
26 Mei 2023 | 1878
Kak Min
Dalam islam ada larangan waktu dalam mandi, da nada tiga waktu yang dilarang mandi dan tentu saja semua itu ada manfaatnya untuk umat manusia. Menurut ajaran islam, menjaga kebersihan ...
Dunia ini Singkat Dunia ini Tempat Permainan
22 Jan 2021 | 1728
Kak Min
Allah SWT akan memberikan cobaan berupa musibah kepada setiap manusia itu bertingkat-tingkat. Semakin tinggi tingkat keimanan seseorang maka semakin berat ujian yang akan mereka alami. ...