Bulan Penuh Keberkahan Pintu Pintu Syurga Dibuka dan Pintu Neraka Ditutup

13 Apr 2021  |  1251x | Ditulis oleh : Kak Min
Bulan Penuh Keberkahan Pintu Pintu Syurga Dibuka dan Pintu Neraka Ditutup

BULAN Ramadan disebut juga syahrush shiyam (Bulan Puasa). Pada bulan ramadan menurut riwayat yang ada, setan-setan dibelenggu (shuffidatusy syayathin), pintu-pintu surga dibuka , dan pintu-pintu neraka ditutup .

Dalam riwayat lain dengan redaksi sulsilatisy syayathin.

إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ، وَفُتِحَتْ أَبُوَابُ الجَّنَةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ

Artinya, “Ketika masuk bulan Ramadan maka setan-setan dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup,” (HR Bukhari dan Muslim).

Maka gunakan waktu kesempatan di bulan Ramadhan ini untuk berbuat amal sholeh dan menjauhi perbuatan yang tidak baik, seolah-olah Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir yang dijalankan. 

Banyak para ulama mengajukan penjelasan soal makna hadis tersebut diatas. Di antara penjelasan yang tersedia adalah yang dihadirkan Abu Hasan Ali bin Khalaf bin Abdul Malik bin Baththal Al-Bakri Al-Qurthubi atau yang lebih dikenal dengan nama Ibnu Baththal dalam kitab Syarhu Shahih al-Bukhari.

“Para ulama menakwil atau menafsirkan sabda Rasulullah SAW, ‘Pintu-pintu surga dibuka dan setan-setan dibelenggu’ dengan dua pendekatan. Pertama, pendekatan dengan makna hakiki, yaitu mereka (setan-setan) dibelenggu dalam pengertian secara hakiki sehingga intensitas mereka menggoda manusia menjadi berkurang, berbeda dengan yang dilakukan pada bulan selain Ramadan. Sedangkan ‘dibukanya pintu-pintu surga’ juga dipahami sesuai bunyi teks hadisnya (zhahirul hadits),” tulisnya.

Kedua, memahami secara majazi. Dalam konteks ini dibukanya pintu-pintu surga dipahami bahwa Allah SWT membuka pintu-Nya dengan amal perbuatan yang dapat mengantarkan hamba-Nya ke surga seperti salat, puasa, dan tadarus Al-Quran sehingga, jalan menuju surga di bulan Ramadan lebih mudah dan amal-perbuatan tersebut lebih cepat diterima.

Begitu juga maksud ditutupnya pintu neraka adalah mencegah mereka dari kemaksiatan dan perbuatan-perbuatan yang mengantarkan ke neraka.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa mengingat sedikitnya siksaan Allah kepada hamba-hamba akibat perbuatan buruk mereka, maka Allah melewatkan (memaafkan) perbuatan-pebuatan itu dari beberapa kaum dengan berkah bulan Ramadan, memberikan ampunan kepada orang yang berbuat keburukan karena adanya orang yang berbuat kebajikan, serta mengampuni pelbagai kesalahan. Inilah makna tertutupnya pintu neraka.

Lantas bagaimana dengan dibelengunya setan? Menurut Ad-Dawudi dan Al-Mahlab, maksudnya adalah Allah menjaga kaum muslimin atau mayoritas dari mereka dari kemaksiatan dan kecenderungan untuk menuruti bisikan setan. Bahkan Al-Mahlab memberikan argumentasi bagi kalangan yang memahami dibelenggunya setan dalam pengertian hakiki.

Menurutnya, masuknya para pendurhaka (ahlul ma’ashi) pada bulan Ramadan dalam ketataan sehingga mereka mengabaikan hawa nafsunya menunjukkan terbelenggunya setan.

“Setan-setan dibelenggu maksudnya adalah sesungguhnya dalam bulan Ramadan Allah menjaga orang-orang muslim atau atau mayoritas mereka secara umum dari kemaksiatan, kecenderungan untuk mengikuti bisikan dan godaan setan,” ujar Ad-Dawudi dan Al-Mahlab.

Al-Mahlab pun memberikan argumentasi yang mendukung kalangan yang memahami makna hadis ini dengan makna hakiki. Ia menyatakan bahwa setan terbelenggu karena para pendurhaka di bulan Ramadan masuk ke dalam ketatatan kepada Allah dan menjauhkan diri dari hawa nafsunya.

Ada pula kalangan ulama lainnya yang memaknai belenggu dalam hadis di atas, intinya, setan yang dibelenggu hanya setan yang membangkang. Katakanlah, para setan yang “kelas berat” karena begitu mahir dalam menggoda serta menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan. Adapun setan-setan yang “kelas teri” cenderung lolos.

Penjelasan ini bersesuaian dengan hadis lainnya, yang diriwayatkan Ibnu Huzaimah, Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim. Menurut Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Pada malam pertama bulan Ramadan, setan-setan dibelenggu. Yaitu setan-setan yang membangkang.”

Berita Terkait
Baca Juga:
Toko Hijab Terlengkap dan Murah di Bandung

Toko Hijab Terlengkap dan Murah di Bandung

Tips      

24 Feb 2021 | 896 Kak Min


Menutup aurat dan menggunakan hijab untuk wanita muslim adalah wajib, busana muslim untuk wanita jaman sekarang sudah mulai beragam. Dulu, kita semua mungkin tahu hijab berbahan ...

Rajin Minum Teh Hijau Hidup Menjadi Sehat

Rajin Minum Teh Hijau Hidup Menjadi Sehat

Herbal      

22 Maret 2020 | 1042 Kak Min


Rajin Minum Teh Hijau Hidup Menjadi Sehat – Tahukah Anda bahwa memang teh hijau dipercaya orang-orang Jepang dan China sebagai minuman pokok untuk menjaga kesehatan, karena teh hijau ...

Mudah dan Cepat! Ini 4 Cara Download Video Dari Timeline Line

Mudah dan Cepat! Ini 4 Cara Download Video Dari Timeline Line

Nasional      

19 Mei 2020 | 1118 Kak Min


Bagaimana cara download video dari Line? Anda yang aktif menggunakan Line pasti sempat ingin mendownload video dari sana bukan? Mungkin terkadang Anda ingin menyimpan video yang dikirim ...

Menjaga Pola Hidup Sehat dengan Mengkonsumsi Buah dan Sayur

Menjaga Pola Hidup Sehat dengan Mengkonsumsi Buah dan Sayur

Kesehatan      

12 Jul 2021 | 1008 Kak Min


Pola hidup sehat dapat membantu anda untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh inilah yang dibutuhkan untuk melawan berbagai penyakit seperti virus Covid 19 atau yang disebut juga ...

Ternyata Inilah 4 Momen Yang Membuat Orang Lain Berkumpul Untuk Kita

Ternyata Inilah 4 Momen Yang Membuat Orang Lain Berkumpul Untuk Kita

Religi      

11 Feb 2020 | 1344 Kak Min


Mitra-Media.com - Sadar atau tidak, kita pasti pernah mengalami perasaan butuh perhatian dari orang lain untuk diri kita. Merupakan hal yang wajar apabila seorang manusia menginginkan ...

Meski Dapat Penolakan dan Sorotan Luas, Komnas HAM: Warga Kampung Sembulang Rempang Diminta Pindah Akhir Bulan

Meski Dapat Penolakan dan Sorotan Luas, Komnas HAM: Warga Kampung Sembulang Rempang Diminta Pindah Akhir Bulan

Nasional      

21 Sep 2023 | 201 Kak Min


Komisioner Mediasi Komnas HAM, Prabianto Mukti Wibowo, mengatakan upaya pengosongan Pulau Rempang tidak disetop sementara, meski mendapat penolakan dan sorotan luas publik. Itu merupakan ...