Indonesia awal bulan Maret 2020 mulai didatangi virus yang sangat fenomenal saat ini yakni virus corona. Dimulai dari dua korban yang langsung menghebohkan dunia maya yang berasal dari depokm, hingga saat ini yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Namun demikian, terjadi silang pendapat di dunia maya perihal dampak dari adanya virus corona dan DBD.
Bagaimana kita seharusnya menyikapi hal terebut? Berikut selengkapnya!
Terakhir dilansir dari pemerintah pusat setidaknya terdapat 69 kasus virus corona yang terdeteksi oleh pemertintah dan terdapat tiga orang meninggal dunia. Sebelumnya dilansir dari liputan6 yang sempat menghebohkan warga net terkait data yang diunggahnya. Setidaknya terdapat perbandingan antara dampak virus corona dengan DBD yang terjadi di Indonesia. Banyaknya orang yang meninggal dari virus corona kurang dari 5 orang sedangkan yang diakibatkan DBD sejumlah 104 orang dalam kurun waktu Januari hingga Maret 2020.
Banyak warga net yang menyayangkan adanya pemberitaan tentang perbandingan tersebut. Pasalnya, media tersebut seakan-akan meremehkan virus corona yang sedang terjadi sekarang dengan perbandingan yang dimunculkan. Ada yang mengatakan memang DBD yang lebih berbahaya, ada pula yang mengatakan justru corona lebih cepat menular.
Hal yang bijak dalam menyikapi dua hal tersebut adalah dengan tidak meremehkan atau mengecilkan salah satu dari penyakit tersebut. Bagaimanapun pula kita perli waspada dengan kemungkinan yang terjadi dengan kita. Corona memang belum terlalu memakan banyak korban karena relatif baru masuk di kalangan orang Indonesia. Namun demikian, sudah banyak kasus yang terjadi di luar Indonesia yang data korbannya begitu banyak.
Terakhir WHO melansir data virus corona yang terjadi paling parah di negara Italia. Bahkan saat ini terjadi pengisolasian yang begitu masif di Itali sehingga mengharuskan beberapa aktifitas Industri, olahraga, dan kegiaitan penting lainnya dihentikan. Di Indonesia pun saat ini sudah mulai menghentikan beberapa aktifitas yang bersifat massal bahkan di bidang pendidikan.
Kembali lagi ke topik. Saat ini langkah yang seharusnya kita pakai adalah bukan dengan memperdebatkan lebih parah mana virus corona atau DBD atau bahkan penyakit lainnya. tetapi dengan siaga dan berhati-hati supaya kita, keluarga dan msyarakat di negara ini lebih bisa meminimalisir untuk terhindar dari segala macam hal yang membahayakan kita semua. Semoga dengan tulisan ini bisa membuat kita sadar untuk hidup sehat dan menyadari bahwa kita tidak ada apa-apanya dibandingkan kekuatan Tuhan Yang Maha Esa.
