Breaking

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Jangan Sampai ada Riya dan Ujub di Hatiku

Jangan Sampai ada Riya dan Ujub di Hatiku

Editor
Editor
calendar_today
schedule 2 min read

Kemajuan teknologi dan perkembangan media sosial sekarang ini sudah menjadi hal yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia, tak jarang setiap momen atau kesempatan diabadikan kemudian diunggah di sosial media.

Bukan itu saja, terkadang ibadah yang sedang dilakukan juga tidak luput menjadi bagian dari unggahan, meskipun kita tidak tahu apa motivasi di balik unggahan-unggahan tersebut. Sehingga privasi antar individu saat ini sudah semakin memudar karena setiap saat ada masalah atau tidak, bisa diketahui oleh banyak orang melalui unggahan-unggahan yang dilakukan.

Secara fitrah manusia, pastilah senang jika dirinya dipuji. Terlebih bagi seorang wanita, saat pujian datang apalagi dari seorang yang istimewa dalam pandangannya, tentulah hati akan bahagia jadinya. Berbunga-bunga, bangga dan senang seakan-akan memnuhi relung hatinya. Itu manusiawi, namun jangan sampai riya, menghiasi amal ibadah kita karena di setiap amal ibadah yang kita lakukan akan dituntut keikhlasan.

Niat yang ikhlas sangat diperlukan dalam setiap melakukan amal ibadah, karena ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya suatu amal di sisi Allah. Sebuah niat dapat , mengubah amalan kecil menjadi bernilai besar di sisi Allah dan sebaliknya, niatpun mampu mengubah amalan besar menjadi tidak bernilai sama sekali.

Di sisi lain terkadang tanpa sadar kita merasa telah banyak berbuat baik untuk Islam dan kaum muslimin, kita merasa telah melakukan sesuatu untuk membela Allah, Rasul-Nya dan Al-Qur’an, lalu hati kita menganggap remah orang lain yang tidak seperti diri kita, bersikap ujub tanpa sadar bahwa kita bukan apa-apa dibandingkan dengan kuasa-Nya.

Apa sih Perbedaan Ujub dan Riya

Betapa seringnya ujub dan riya saling bergndengan. Perlu diketahui bahwa riya berarti menyekutukan atau membandingkan dengan makhluk.  Sedangkan ujub berarti menyandingkan dengan jiwa yang lemah. Ujub ini adalah keadaan orang-orang yang sombong.

Pada asalnya, manusia memiliki kecenderungan ingin dipuji dan takut dicela. Hal ini menyebabkan  riya menjadi sangat samar dan tersembunyi. Terkadang seorang merasa telah beramal ikhlas karena Allah, namun ternyata secara tidak sadar ia telah terjerumus kedalam penyakit riya.

Bila kita merasa telah menjadi orang yang baik saja dianggap ujub, sebagaimana ditanyakan kepada Aisyah radliyallahu anha siapakah orang yang terkena ujub, beliau menjawab : “ Bila ia memandang bahwa ia telah menjadi orang yang baik”. (Syarah Jami As Shaghir) Bagaimana bila disertai dengan menganggap remeh orang lain? Inilah kesombongan.