Satu tahun sudah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjalan. Sejak dilantik pada Oktober 2024, duet ini datang dengan janji besar untuk membawa Indonesia menuju “kejayaan dan kemandirian”, memperkuat ekonomi nasional, serta menegaskan posisi Indonesia di kancah global. Namun, setelah setahun berlalu, berbagai pihak mulai melakukan evaluasi terhadap capaian dan arah kebijakan yang telah ditempuh.
Salah satu tokoh yang turut menyoroti perjalanan pemerintahan ini adalah Anies Baswedan, mantan calon presiden 2024 dan tokoh yang selama ini dikenal konsisten dengan narasi perubahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies menyampaikan pandangannya mengenai kinerja Prabowo-Gibran dengan nada yang kritis namun konstruktif.
Menurutnya, evaluasi terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi, selama dilakukan dengan niat untuk memperbaiki dan bukan sekadar menjatuhkan.
“Kita perlu bersikap kritis, tapi tetap wajar dan objektif. Pemerintah punya tanggung jawab besar untuk menepati janji-janji yang telah disampikan kepada rakyat. Tugas kita sebagai warga negara adalah mengingatkan dan mengawal agar janji itu benar-benar menjadi kenyataan,” ujar Anies dalam sebuah forum diskusi kebangsaan di Jakarta.
Anies menyoroti bahwa sejumlah program unggulan pemerintahan PRabowo-Gibran, seperti ketahanan pangan, hilirisasi industri, dan peningkatan kesejahteraan aparatur sipil negara, masih berada pada tahap awal implementasi. Ia menilai, semangat kerja pemerintah patut diapresiasi, namun hasil nyata yang dirasakan masyarakat masih belum sepenuhnya tampak.
“Setahun bukan waktu yang panjang, tapi cukup untuk menilai arah. Kita belum melihat perubahan signifikan dalam kesejahteraan masyarakat, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, danlapangan kerja. Ikni sinyal bahwa pemerintah perlu bekerja lebih fokus dan mendengarkan suara rakyat.” Lanjutnya.
Anies juga menyoroti pentingnya transparansi dan konsistensi kebijakan publik. Ia mengingatkan bahwa setiap kebijakan besar seharusnya memiliki indicator keberhasilan yang jelas dan dapat diukur, agar publik dapat menilai secara objektif apakah janji perubahan benar-benar dijalankan.
Menurutnya, kebijakan ekonomi yang kuat tidak hanya diukur dari pertumbuhan angka makro seperti PDB, tetapi juga dari pemerataan hasil pembangunan. Ia menilai bahwa pembangunan seharusnya tidak hanya dirasakan di kota besar, melainkan juga pelosok-pelosok Indonesia. “Pertumbuhan tanpa pemerataan akan menciptakan ketimpangan baru.” Tegasnya.
Meski demikian, Anies menekankan bahwa kritik yang disampaikan tidak dimaksudkan sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah. Sebaliknya, ia mengajak masyarakat untuk bersikap partisipatif dan rasional dalam menilai kinerja pemerintahan.”Kritik adalah bentuk cinta kepada negeri. Justru dengan bersikap kritis, kita membantu pemerintah agar tetap berada di jalur yang benar.” Ujarnya.
Anies juga menyinggung soal harapan publik terhadap politik perubahan yang sempat menjadi tema utama dalam Pemilu 2024. Menurutnya, semangat perubahan tidak boleh padam, meski hasil pemilu menempatkan dirinya di luar pemerintahan. “Perubahan bukan monopoli satu kelompok. Ini adalah semangat bersama untuk memastikan Indonesia terus bergerak kea rah yang lebih baik,” katanya.
Menutup pernyataannya, Anies menyerukan agar masyarakat tidak terjebak dalam sikap apatis. Ia mengingatkan bahwa demokrasi hanya bisa tumbuh jika rakyat aktif mengawal jalannya pemerintahan.”Pemerintah akan kuat jika dikawal oleh rakyat yang sadar dan berani bersuara. Mari kita jaga harapan itu,” pungkasnya.
Setahun perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran memang belum cukup untuk memberikan penilaian akhir. Namun, seperti yang disampikan Anies Baswedan, periode ini menjadi waktu penting untuk memastikan bahwa janji-janji besar yang dulu menggema di masa kampanye benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan nyata yang berpihak pada rakyat. Kritik yang membangun, partisipasi aktif, dan optimism bersama menjadi modal penting agar arah perubahan yang disiapkan dapat terwujud di tahun-tahun mendatang.
