Breaking

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Takdir Itu Milik Allah, Tapi Usaha dan Doa Milik Kita

Takdir Itu Milik Allah, Tapi Usaha dan Doa Milik Kita

Editor
Editor
calendar_today
schedule 2 min read

Bismillah…..

Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu'alahi wa sallam bersabda, "Yang dapat menolak takdir hanyalah doa. Yang dapat menambah umur hanyalah amalan kebaikan." (HR Tirmidzi, no.6 dalam kitab Al-Qadr, Bab "Tidak ada yang menolak takdir kecuali doa")

Yang dimaksud doa dalat menolak takdir terdapat ada dua makna yaitu :

Kalau seseorang tidak berdoa, maka takdirnya seperti itu saja.

Kalau seseorang berdoa, takdir akan dijalani dengan mudah. Yang terjadi seakan-akan takdir yang jelek itu tertolak.

Yang dimaksud umur tidaklah bertambah melainkan dengan kebaikan terdapat dua makna :

Kalau seseorang tidak melakukan kebaikan, maka umurnya pendek.

Kalau seseorang melakukan kebaikan, umurnya bertambah, yaitu bertambah berkah.

Jika dilihat dari pengertian di atas berarti umur bertambah bisa bermakna hakiki. Atau ada yang mengatakan bahwa makin banyak amalan kebaikan, makin bertambah umur. Sebagaimana pula makin sering memanjatkan doa, musibah akan terus tertolak.

Artinya yang disebutkan diatas berarti Allah memberkahi umur. Apa maksud Allah memberkahi umurnya? Ia cukup beramal salih dalam waktu yang singkat, dimana dengan waktu singkat tersebut, yang lainnya tidak bisa melakukan amalan yang banyak. Maksud kedua disini, bertambah umur berarti bertambah secara majaz.

Faedah penting yang bisa diambil adalah :

Dorongan untuk semakin memperbanyak kebaikan serta bersegera melakukan kebaikan dan sebab-sebabnya.

Amalan kebaikan menyebabkan umur bertambah, baik secara hakiki atau majazi.

Doa punya kedudukan yang begitu mulia. Segala sesuatu yang telah Allah takdirkan pada hamba berupa hal yang dibenci, dapat tertolak dan dipalingkan dengan doa, asalkan seseorang ikhlas dan benar dalam niat.

Semoga bermanfaat (Ustd. Abduh Tuasikal hafizahullah)