Breaking

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Mengapa Bangga dan Bahagia Ketika Usia Bertambah? Jangan Sia-siakan Umurmu

Mengapa Bangga dan Bahagia Ketika Usia Bertambah? Jangan Sia-siakan Umurmu

Editor
Editor
calendar_today
schedule 2 min read

Usia adalah suatu misteri yang tidak akan pernah kita mengetahuinya kapan akan berakhir, namun terkadang mengapa manusia bangga dan bahagia saat usianya bertambah. Lalu bagaimana pandangan oang-orang saleh berkaitan dengan perkara berkurangnya jatah hidupnya di dunia?

Al Hasan Al-Bashri berkata : “Malam dan siang akan terus berlalu dengan cepat, umurpun berkurang, ajal (kematian) pun semakin dekat”

Sungguh ungkapan yang indah bahwaseorang mukmin haruslah bersiap-siap menyambut ajal dengan mengisi hidpnya agar selalu beramal saleh. Sangat merugi di akherat kelak ketika kita sampai sekarang ini masih menyia-nyiakan sedetik saja dari hari-hari kita dengan hal yang tidak berguna dan sia-sia.

Semestinya kita jangan pernah terlena dengan nikmat sehat, kelapangan rezeki, dan berbagai kemudahan untuk bisa beramal saleh. Pada saat kita merasa bangga dan tertipu dengan amal yang menurut hitungan manusia sangat banyak, maka kita akan merasa ujub diri sehingga merehkan amal saleh yang sudah kita perbuat.

Tak ada jaminan amal saleh yang sudah kita lakukan diterima di sisi Allah Ta’ala, karena itu teruslah kita melakukan amal saleh, mengisi waktu luang dengan berbagai kebaikan.

Hendaklah kita merasa selalu merasa tertinggal dengan amal soleh orang lain, dan merasa diri masih banyak dosa, tetapi tantu saja itu jangan membuat lantas diri kita pesimis, segeralah mari untuk berbenah diri, justru dengan merasa ketertinggalam dalam beramal saleh itu akan memicu iman kita untuk segera meninggalkan perbuatan dosa dan maksiat, dan bertekad berbuat kebaikan di sisa usianya.

Memicu diri untuk mengejar akhirat adalah slogan utama seoang mukmin yang sadar bahwa dirinya serba penuh denan kekurangan. Dengan semangat dan rasa optimis akan mampu menjadi pribadi yang bertaqwa meski terkadang potret eposide masa lalunya penuh dengan dosa dan maksiat.

Untuk yang masih muda janganlah terlena dan terlalu percaya diri dengan kesempatan waktu dan kesehatan yang telah diberikan Allah Ta’ala kepadamu,karena kita tak akan pernah tahu kapan pintu amal saleh itu masih terbuka.

Ingatlah selalu dosa yang kan membuat semangat untuk berbuat baik dan beramal saleh dengan lebih baik lagi.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsman rahimahullah berkata, “Janganlah berbangga diri dengan amalmu, sekalipun engkau telah beramal saleh, karena hakekatnya amalmu sedikit jika dibandingkan dengan hak Allah T’ala yang harus kamu penuhi”.

Selama jalan taubal dan beramal saleh masih terbuka, amal dan maka bergembiralah dan segera raih kebaikan. Sesungguhnya pada pintu taubat tersebut malaikat yang ditugasi (untuk menjaga) agar pintu tersebut tidak ditutup. Segeralah beramal dan jangan pernah berputus ada.