Agama Islam mengatur semua kegiatan sehari – hari, termasuk didalamnya adab makan dan minum. Selain dari itu, kita juga mendapatkan manfaat sehat dari menjalankan sunnah.
Perihal makan dan minum pun tertuang dalam AlQuran. Melalui Nabi Muhammad SAW, umat Islam dapat belajar adab berpakaian, adab bertamu, hingga adab makan dan minum.
Beliau mencontohkan kesemuanya dengan sangat apik dan semua tercatat dalam hadist yang diriwayatkan oleh para sahabat Rasul SAW.
Berikut 9 Adab Makan dan Minum Sesuai Sunnah :
1. Makan dan Minum Yang Halal
Yang pertama dan utama ialah mengonsumsi yang halal. Allah SWT sangat melarang umat Islam mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram, karena akan banyak sekali mudharat yang didapatkan.
Oleh sebab itu, kini banyak penelitian yang kian menjelaskan. Berbagai alasan tidak baik dari mengonsumsi daging babi, minuman beralkohol, dan masih banyak lagi.
Kewajiban ini tertuang dalam AlQuran surat Al-Maidah ayat 88, yang artinya:
“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.”
2. Mencuci Kedua Tangan
Membiasakan mencuci kedua tangan, baik sebelum makan ataupun sesudah makan. Kebiasaan sederhana tapi sering terlupakan.
Hal ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, yang dijelaskan oleh Aisyah radhiallahu’anha jauh sebelum jaman peradaban modern.
“Rasulullah SAW jika beliau ingin tidur dalam keadaan junub, beliau berwudhu dahulu. Dan ketika beliau ingin makan atau minum beliau mencuci kedua tangannya, baru setelah itu beliau makan atau minum.” (HR. Abu Daud no.222, An Nasa’i no.257, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i)
3. Berdo’a Sebelum Makan atau Minum
Sebagai bentuk syukur atas berkah dan nikmat, berupa makanan yang diberikan oleh Allah SWT tidak lupa kita selalu berdo’a sebelum makan ataupun minum.
“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia membaca ‘Bismillah’ (dengan menyebut nama Allah). Jika ia lupa membacanya sebelum makan maka ucapkanlah ‘Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi.” (HR. At-Tirmidzi).
4. Makan Dengan Tangan Kanan
Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk makan menggunakan tangan kanan (bagi yang mampu). Hal ini supaya tidak meniru adab setan yang kerap menggunakan tangan kiri.
“Jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim).
5. Tidak Mencela Makanan
Tidak hanya makan dan minum, tetapi termasuk didalamnya menjaga hubugan silaturahmi antar sesama. Kita sebagai umat muslim, dilarang mencela makanan karena bisa di anggap tidak menghormati yang menyediakan makanan.
Nbi Muhammad S.A.W pernah di sebuah tempat dan dihidangkan makanan oleh seseorang. Meskipun makanan atau minuman yang dihidangkan itu kurang disukai, maka beliau tidak mencelanya. Sampaikanlah alasan yang baik dan tidak menyinggung.
“Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan sama sekali. Apabila beliau menyukainya, maka beliau memakannya. Dan apabila beliau tidak suka terhadapnya, maka beliau meninggalkannya.” (HR. Muslim)
6. Tidak Mubazir
Agama Islam sangat melarang umatnya untuk melakukan kegiatan yang sia-sia atau mubazir. Salah satunya dengan makanan dan minuman. Bahkan Allah sangat melaknat orang-orang yang berlebihan dalam melakukan segala sesuatu. Baik dari cara berpakaian hingga dalam hal makan dan minum.
Kita dianjurkan untuk makan secukupnya dan tidak rakus. Tak perlu mengambil porsi melebihi kemampuan perut dan membuat kekenyangan atau tidak habis makan.
Allah berfirman dalam AlQuran surat Al-A’raf ayat 31, yang artinya:
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
7. Makan dan Minum Sepertiga Bagian
Memperjelas pada pembahasan sebelumnya. Rasulullah SAW mengingatkan, bahwa perut bukanlah wadah yang siap diisi apa saja sesuai keinginan atau nafsu semata. Jangan sampai melebihi batas dan membuat diri sendiri kesakitan.
Beliau mengajarkan untuk menyisakan sepertiga bagian, seperti hadist berikut:
“Keturunan Adam tidak dianggap menjadikan perutnya sebagai wadah yang buruk jika memenuhinya dengan beberapa suap yang dapat menegakkan tubuhnya. Karena itu, apa yang dia harus lakukan adalah sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk napas,” (HR Ahmad).
8. Segera Makan Hidangan yang Disiapkan
Adab makan dan minum berikutnya yakni menyegerakan makan hidangan yang telah disiapkan. Hal ini berkaitan dengan kasus salat. Saat adzan berkumandang, kita diperbolehkan untuk menyantap dahulu.
Karena apabila salat dalam keadaan makanan sudah siap dan perut sangat lapar, maka dikhawatirkan salat menjadi tidak tenang memikirkan makanan.
“Jika makan malam sudah disajikan dan Iqamah salat dikumandangkan, maka dahulukanlah makan malam.” (HR. Bukhari)
9. Akhiri Makan & Minum dengan Berdoa
Selain dibuka dengan doa, tutuplah prosesi makan kita juga dengan berdoa. Sebagai bentuk mengucap syukur atas makanan yang disantap.
“Alhamdu lillaahil ladzii ath’amanaa wa saqoonaa wa ja’alnaa muslimiin.”
Artinya: “Segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah memberikan makanan dan minuman ini serta jadikan kami sebagai orang-orang islam.”
