Breaking

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Sulit untuk Menghafal Al Qur'an? Ini 4 Cara dari Ustadz Adi Hidayat

Sulit untuk Menghafal Al Qur'an? Ini 4 Cara dari Ustadz Adi Hidayat

Editor
Editor
calendar_today
schedule 3 min read

mitra-media.com – Tidak sedikit yang senantiasa mengeluh mengenai sulitnya untuk menghafal dan merasa bahwa ingatan mereka sangat buruk. Apalagi, bagi para pelajar atau orang-orang yang sedang memperdalam mengenai Al-Qur'an.

Namun, setiap masalah atau keluhan pasti saja ada solusinya. Berikut rangkuman dari tips yang disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat (UAH) agar kita mudah dalam menghafal, khususnya Al Qur'an.

UAH menyampaikan, setidaknya ada empat cara agar kita diberikan kemudahan menghafal dan dipertajam ingatannya. Namun sebelum itu, ada empat jenis orang dalam menghafal.

Pertama, ada golongan yang sangat cepat untuk menghafal, dan sangat sulit untuk lupa. 

Kedua, ada golongan yang lambat menghafalnya, dan lambat juga lupanya.

Ketiga, ada golongan yang sangat cepat menghafalnya, namun cepat pula lupanya.

dan keempat, ada golongan yang lambat dalam menghafal, namun cepat lupa.

Nah, Anda mau pilih yang mana? tentu, menjadi yang cepat menghafal dan sulit untuk lupa, bukan? Nah, lantas ini adalah langkah langkah UAH untuk kita mudah dalam mengingat.

Pertama, luruskan niat

UAH menyampaikan, bahwa ada dua macam niat, intrinsik dan ekstrinsik. intrinsik itu artinya dirinya berniat untuk mengumpulkan pengetahuan bagi dirinya sendiri. Adapun ekstrinsik, seseorang menghafal atau menuntut ilmu semisal untuk mendapatkan ijazah, pekerjaan, dan lain sebagainya.

Lalu pilih yang mana? UAH melanjutkan, Islam tidak diantara kedua-duanya. Karena, jika seseorang berniat belajar hanya untuk dirinya sendiri, artinya kita bersandar pada diri kita yang pernuh dengan keterbatasan sebagai manusia. Kemudian juga, bila diniatkan karena belajar untuk dunia, sudah barangtentu saat dunia akhirnya sudah dicapai, ilmu itu bisa saja menguap dan hilang.

Lantas, agar dimudahkan, maka titipakan dan niatkan semua apa yang dilakukan kepada Allah SWT. Sehingga, saat kita hendak menghafalkan Al Qur'an atau belajar tentang sesuatu hal, niatkan karena dan semata mata untuk Allah SWT.

kedua, adalah Kesungguhan

Salah satu yang menunjukkan bahwa kita bersungguh-sungguh, adalah mencatat setiap ilmu dan berdoa sebelum belajar atapun menghafal.

Allahumma faqqihni fiddiin wa ‘álimni ta’wil

ketiga, ialah tingkatkan amal shalih

Ilmu itu adalah cahaya, sehingga ada korelasi yang sangat kuat amal shalih dengan ilmu yang didapatkan dan kemudahan menghafal Al Qur'an oleh kita.

Keempat, meninggalkan maksiat

Bila kita masih asyik bermaksiat, hal ini yang akan menjadi penghalang keberkahan dan ilmu untuk masuk ke dalam hati dan jiwa kita. Maka, jangan banyak berharap mudah menghafal Al Qur'an, bilamana masih saja kita melakukan maksiat.

UAH kemudian berpesan, bahwa jika empat hal tersebut dapat dijalankan oleh kita, InsyaAllah, ingatan akan semakin kuat dan Allah menjaga kita di dalam kebaikan. (Rm/Red)