
Ada luka yang tidak berdarah, tetapi pelan-pelan mematikan perasaaan seorang istri. Luka itu bernama: tidak dinafkahi (dinafkahi kalau diminta).
Dalam islam, bafkah bukan kebaikan suami, tetapi kewajiban, yang artinya kalau tidak dijalankan maka hukumnya berdosa (jika istri ridho beda cerita, tapi mikir mau sampe kapan berprinsip istri bakal ridho seumur hidup)
Allah berfirman bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan karena mereka menafkahkan hartanya. (QS. An-Nisa ayat 34)
Artinya tegas “ Kepemimpinan dalam rumah tangga berdiri di atas tanggung jawab bukan sekadar status”
Lalu bagaimana jika suami tidak menafkahi istri? Atau jika mau kasih nafkah kalau diminta?
Islam tidak membenarkan perempuan bingung dan sendirian. Ada jalan yang jelas, tidak abu-abu.
Pertama, lihat sebabnya: Apakah suami:
Karena Allah juga berfirman:
“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang sempit rezekinya memberi nafkah dari apa yang Allah berikan kepadanya.” (QS. At-Talaq: 7)
Artinya:
Kedua, jika suami tidak menafkahi padahal mampu, dalam hadits, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menegaskan bahwa:
Dalam kondisi ini, istri boleh menuntut haknya.
Karena nafkah adalah hak istri bukan belas kasihan.
Ketiga, jika istri akhirnya bekerja atau menanggung sendiri.
Perlu diingat baik-baik:
Tapi tidak boleh dijadikan kebiasaan yang menghapus tanggung jawab laki-laki
Islam tidak pernah memerintahkan perempuan untuk kuat sendirian. Islam memuliakan perempuan dengan perlindungan kejelasan hak, dan keberpihakan.
Kalau hari ini banyak istri kelelahan, bukan karena Islam, tapi karena manusia yang tidak menjalankan perannya.
Sudah jelas bukan, dalam islam, kewajiban seoprang suami adalah menafkahi istrinya dan keluarganya sesuai kemampuan. Nafkah meliputi kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kebutuhan hidup lainnya.
Jika suami tidak menafkahi tanpa asalan yang dibenarkan syariat, maka id berdosa. Dalam kondisi tertentu, Islam membolehkan istri untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan hidupnya, selama pekerjaan itu halal, menjaga kehormatan, dan tidak melalaikan kewajiban sebagai seorang istri dan seorang ibu bagi anak-anaknya.
Bahkan, istri boleh menggunakan harta suami secukupnya tanpa izin jika suami lalai. Namun, bekerja bukan kewajiban istri, melainkan solusi darurat atas kelalaian suami. Wallahu’alam
Ternyata Menikah dengan Saudara Sepersusuan Hingga Punya Anak
4 Des 2023 | 1423
Kak Min
Seorang suami yang baru mengetahui bahwa istrinya adalah saudara sepersusuannya dulu maka pernikahan otomatis batal/rusak. Tidak perlu ada istilah cerai sebab pernikahannya itu dianggap ...
Hari Senin Lagi? Ini 12 Tips Mengawali Hari Kerja Agar Sukses
27 Jan 2020 | 2957
Kak Min
Mitra-media.com - Hari Senin kembali datang, dan bagi sebagian orang, terkadang Senin menjadi sesuatu yang kurang disukai karena hari pertama masuk kerja setelah liburan. Lantas, ...
JakPro Menolak Bayar Ganti Rugi
1 Des 2022 | 1211
Kak Min
Kasus bermula saat H. Umar dkk sebagai pemilik tanah mengajukan permohonan eksekusi ke Pengadilan Jakarta Pusat. Hal ini lantaran Jakpro tak kunjung melaksanakan putusan Pengadilan Negeri ...
14 Negara Berpotensi Hancur Lebur Bila Perang Rusia-Ukraina Berkelanjutan
26 Feb 2022 | 2060
Kak Min
Adanya perang yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina dinilai akan memicu Perang Dunia 3 (World War III) bila terjadi berkelanjutkan dengan waktu yang tidak sebentar. Apalagi bila ...
Pusat dan Jasa Pasang Kaca Film Profesional Surabaya
29 Maret 2022 | 1929
Kak Min
Pemasangan kaca film tidak boleh sembarangan atau asal-asalan, untuk hasil yang terbaik cari pusat dan jasa pasang kaca film profesional Surabaya yang sudah berpengalaman. Seperti halnya ...
3 Bahan Alami Pengganti MSG Dengan Rasa Umami
2 Apr 2020 | 2118
Kak Min
Monosodium glutamat atau seringkali disingkat sebagai MSG merupakan salah satu bumbum yang dicampurkan pada masakan kita sebagai bumbu penyedap dan menghasilkan rasa yang lebih gurih dan ...