Sederet Bukti Gelombang PHK di RI Makin Jelas

12 Okt 2022  |  446x | Ditulis oleh : Kak Min
Sederet Bukti Gelombang PHK di RI Makin Jelas

Kalangan pengusaha menyebut situasi saat ini dalam kondisi yang tidak mengenakkan. Pemerintah dan pekerja harus saling bekerja sama karena ada ‘bahaya’ yang mengintai.

‘Bahaya’ yang dimaksud adalah efek domino dari tekanan ekonomi yang menumpuk, dan dikhawatirkan berujung pada pemutusan hubungan kontrak kerja, bahkan PHK secara besar-besaran karena situasi makin tidak kondusif.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta Nurjaman mengatakan, selama 2 tahun, sektor usaha harus tiarap akibat pandemi Covid-19.

Kegiatan produksi terhenti, sementara beban biaya tetap harus dibayarkan. Akibatnya, kata dia, efisiensi termasuk merumahkan hingga memangkas (PHK) karyawan jadi langkah yang ditempuh perusahaan.

“Selama 2 tahun kita tiarap, tidur nyenyak. Sekarang, pandemi hampir berakhir, sudah mulai recovery. Tapi, harus menghadapi tantangan lagi. Ada badai BBM. Ini menjadi faktor yang bisa mengganjal produktivitas,” kata Nurjaman dilansir dari laman CNBC Indonesia, dikutip Kamis (6/10/2022).

“Kelangsungan produksi dihadapkan biaya tinggi lagi. Harga bahan baku akan naik, bahan penolong naik, juga bahan lainnya,” tambah dia.

Kenaikan biaya-biaya produksi, ujar Nurjaman, akan menggerus pendapatan. Di saat bersamaan, kenaikan harga baku akan memicu kenaikan harga jual.

“BBM naik, harga jual naik. Mau nggak mau ini akan mempengaruhi daya beli masyarakat. Yang akan mengurangi pembelian. Akibatnya, stok barang akan tinggi,” kata dia.

Jika stok barang masih banyak, akan menahan laju produksi perusahaan. “Akibatnya, mau nggak mau terjadi efisiensi, pengurangan karyawan. Siklusnya seperti itu,” kata Nurjaman.

Karena itu, ujarnya, dibutuhkan solusi untuk mencegah perusahaan melakukan efisiensi. Di mana, korban efisiensi pertama yang paling cepat tentunya adalah karyawan.

“Kami tidak ingin gelombang PHK terjadi. Tapi, memang sekarang sudah ada. Sudah ada riak. Biasanya, dimulai dengan memutus karyawan kontrak dulu, baru kemudian PHK karyawan tetap. Ini harus dicegah, jangan sampai jadi gelombang PHK. Karena efisiensi itu memang tidak bisa dihindari,” kata Nurjaman.

“Situasinya riskan dan memang sulit dikendalikan. Tapi, kami mengimbau perusahaan, tidak hanya di Jakarta, tapi juga seluruh Indonesia, jangan dulu melakukan PHK. Tapi kan itu saran kami. Karena itu, semua pihak harus turun tangan,” tambahnya.

Dia berharap, PHK menjadi keputusan terakhir yang ditempuh perusahaan.

“Kami berharap, pemerintah dan pekerja mau turun kasih solusi, mau berkorban. Semua unsur harus mau supaya yang jelek ini tidak terjadi. Kita harus bekerja sama, nah skema dari pekerja dan pemerintah apa? Kita cari formulanya,” pungkas Nurjaman.

Baca Juga:
Dealer Resmi Pemasangan Kaca Film di Yogyakarta Menambah Keren Mobil Anda

Dealer Resmi Pemasangan Kaca Film di Yogyakarta Menambah Keren Mobil Anda

Tips      

15 Nov 2023 | 384 Kak Min


Mobil adalah salah satu aset berharga yang memberikan kebanggaan sekaligus kenyamanan bagi pemiliknya. Oleh karena itu, wajar jika kita ingin menjaga penampilan mobil tetap kinclong dan ...

Kenali pemanfaatan jenis-jenis SPF untuk kulit Anda

Kenali pemanfaatan jenis-jenis SPF untuk kulit Anda

Kesehatan      

29 Mei 2020 | 1074 Kak Min


Indonesia merupakan salah satu negara yang dilewati garis khatulistiwa. Keistimewaannya adalah melimpahnya sinar matahari dalam waktu yang cukup lama. Dengan banyaknya sinar matahari yang ...

Waspada! Kenali Virus Corona yang Berasal dari Wuhan China

Waspada! Kenali Virus Corona yang Berasal dari Wuhan China

Mancanegara      

24 Jan 2020 | 1921 Kak Min


Mitra-media.com - Dunia, khususnya China, sedang digemparkan dengan adanya Virus Corona (Coronavirus) yang pada awalnya terdeteksi di Wuhan, China. Namun, saat ini virus sudah ...

Ternyata Inilah 4 Momen Yang Membuat Orang Lain Berkumpul Untuk Kita

Ternyata Inilah 4 Momen Yang Membuat Orang Lain Berkumpul Untuk Kita

Religi      

11 Feb 2020 | 1402 Kak Min


Mitra-Media.com - Sadar atau tidak, kita pasti pernah mengalami perasaan butuh perhatian dari orang lain untuk diri kita. Merupakan hal yang wajar apabila seorang manusia menginginkan ...

Jika Sering Mengalami Ini Jangan Anggap Sepele

Jika Sering Mengalami Ini Jangan Anggap Sepele

Kesehatan      

5 Mei 2021 | 1198 Kak Min


Setiap orang pasti pernah mengalami rasany kesemutan, apabila siku anda terbentur atau tangan dibiarkan pasa posisi tertentu, dan anda membiarkannya dalam waktu lama maka kesemutan itu akan ...

JakPro Menolak Bayar Ganti Rugi

JakPro Menolak Bayar Ganti Rugi

Nasional      

1 Des 2022 | 455 Kak Min


Kasus bermula saat H. Umar dkk sebagai pemilik tanah mengajukan permohonan eksekusi ke Pengadilan Jakarta Pusat. Hal ini lantaran Jakpro tak kunjung melaksanakan putusan Pengadilan Negeri ...