Mengenal Lebih Dekat Habib Rahman Walikota Inggris yang Sederhana

17 Jun 2021  |  1157x | Ditulis oleh : Kak Min
Mengenal Lebih Dekat Habib Rahman Walikota Inggris yang Sederhana

Habib Rahman namanya cukup populer dikalangan muslim Newcastle-upon-Tyne Inggris. Ia merupakan muslim pertama yang menjadi walikota Newcastle-upon-Tyne, Inggris.

Dalam keseharianya Habib Rahman dikenal sebagai sosok yang sederhana, dengan menggunakan sarung khas Muslimiin Bengkal, Habib Rahman berangkat ke kantor melakukan rapat dengan sejumlah ulama Islaam bergamis di sana.

Dia bangga memakai sarung dan menunjukkan keislamannya. Masyarakat Non Muslim – yang mayoritas – di sana pun juga, secara umum, menerimanya.

Di sini, di negeri bermayoritas Muslim, di NKRI, justru ada yang mempermasalahkan pakaian dan atribut serta cara hidup khas kaum Muslimiin.

Bahkan ada yang mengaku sebagai Muslimiin NKRI, menolak atribut Muslimiin ini! Banyak orang menganggap sebelah mata lelaki muslimiin bercelana cingkrang (tidak isbal), berjanggut, bergamis, bersurban, dll. Perempuan muslimah berhijab syar’i, bercadar (niqob), dll.

Namun mereka ‘Muslimiin NKRI’ bertajuk ‘Islam’ Nusantara itu tak menolak kaum Katholik, Yahudi, dsb., yang berpakaian serupa kaum Muslimiin itu.
Mereka juga mempermasalahkan kaum Muslimiin yang menolak Riba, menolak Korupsi, menolak Manipulasi Hukum, menolak kecurangan Pemilu, menolak UU yang tidak berpihak kepada rakyat lemah, menolak Pajak, menolak Bid’ah, menolak Takhayyul, menolak budaya Nusantara yang bercampur Syirk (atau TBC: Takhayyul, Bid’ah, Churofat), dll.

Karena ini semua jelas tidak Islaami.

Lalu yang berislaam sungguh-sungguh (termasuk berjuang untuk NKRI), malahan menjadi dikatai:
Radikal, Wahabi, Teroris, tidak Pancasilais, tidak Nasionalis, Kampungan, Ekstrimis, dll.

Padahal dasar NKRI ini adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Tawhid. Lihat saja pasal 29 ayat 1 UUD 1945. Tegas, isinya: Tawhiid. Yang itu juga adalah dasar dari agama Tawhiid – Islaam – dengan 124.000 nabi sejak awal jaman. Tak pernah berubah.

Belum lagi jika menelaah isi Pancasila, yang sebenarnya jelas sekali juga diturunkan dari ajaran Al Qur’aan dan As Sunnah (Al Hadits), serta ijma’ Salafush Sholih, itu.

Lalu ada Tes Wawasan Kebangsaan, di KPK, yang memimta orang memilih antara Al Qur’aan dengan Pancasila?

Seakan-akan Al Qur’aan yang berisikan Ketuhanan Yang Maha Esa, adalah musuh negara berketuhanan Yang Maha Esa, yakni NKRI, ini?

Bahkan ada kalimat indah: “Atas berkat rahmat Allah … “, di Pembukaan UUD 1945!

Tidak ingat?

Padahal para pahlawan nasional banyak yang berpakaian demikian, seperti Pangeran ‘Abdul Hamid Diponegoro, Tuanku Imaam Bonjol, dll.

Padahal negara ini dimerdekakan oleh kaum mayoritasnya: Muslimiin. Dan dengan dibantu kaum negeri-negeri Muslimiin, seperti Palestina, Mesir, Suriah, Yaman, Iraq, Saudi, Afghanistan, dst.

Tapi kadang, atau sering, urusan Poleksosbudhankam, urusan Duniawi (penyakit jiwa al Wahn, keterlaluan mencintai Duniawi, lupa Ahirat), menjadikan kita tersesat!

Menjijikkan. Membinasakan.

Maka janganlah kita menjadi durhaka.

Bahkan sampai menjadi munafiq, fasiq, hingga kafir. Hanya karena urusan Politik, Ekonomi, Bisnis, Sosial, Budaya; dst., itu.

Sementara kata dasar “Politics” (Politik), adalah “Policy” (Kebijakan)!

Tapi malahan banyak juga Politikus yang tidak bijak!

Sungguh Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Subhaanahu Wa Ta’aala, telah berfirman:

كَا نَ النَّا سُ اُمَّةً وَّا حِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَ نْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِا لْحَـقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّا سِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَـقِّ بِاِ ذْنِهٖ ۗ وَا للّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ اِلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ

Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allaah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan.

Dan diturunkan-Nya lah, bersama mereka, Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberikan keputusan di antara manusia, tentang perkara yang mereka perselisihkan.

Dan yang berselisih, hanyalah orang-orang yang telah diberikan (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri.

Maka dengan kehendak-Nya, Allaah memberikan petunjuk kepada mereka yang berimaan, tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberikan petunjuk kepada sesiapa yang Beliau kehendaki ke jalan yang lurus. (Al Qur’aan Surah Al Baqarah (2) Ayat 213) -hajinews.com-

 

Berita Terkait
Baca Juga:
Mendadak SBY Buka-bukaan: Skenario Gelap Akan Terjadi

Mendadak SBY Buka-bukaan: Skenario Gelap Akan Terjadi

Nasional      

6 Okt 2021 | 512 Kak Min


Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendadak buka suara terkait skenario gelap akan terjadi jika pemerintah Indonesia dan negara lainnya tidak berupaya mengubah kondisi ...

Minuman Mujarab untuk Kekebalan Tubuh Saat Covid Masih Meroket

Minuman Mujarab untuk Kekebalan Tubuh Saat Covid Masih Meroket

Kuliner      

13 Feb 2022 | 256 Kak Min


Perkembangan kasus varian Covid-19 Omicron di Indonesia terus melonjak. Kasus varian Omicron ini semakin meningkat dan harus diwaspadai karena digadang-gadang penyebab ...

Merasa Khawatir Atas Melimpahnya Rejeki, Itulah yang Tengah Dirasakan Raffi Ahmad

Merasa Khawatir Atas Melimpahnya Rejeki, Itulah yang Tengah Dirasakan Raffi Ahmad

Nasional      

6 Maret 2022 | 291 Kak Min


Belum lama ini Raffi Ahmad mengungkapkan bahwa ia sering merasa khawatir saat menerima banyak rezeki. Hal tersebut terungkap saat suami Nagita Slavina itu sedang ...

Menikah Untuk Mencapai Kebahagiaan Dunia dan Akherat

Menikah Untuk Mencapai Kebahagiaan Dunia dan Akherat

Tips      

30 Des 2020 | 1030 Kak Min


Seiring bertambahnya usia tentu saja untuk wanita dan pria akan berpengaruh kepada kualitas tingkat kesuburan baik pada wanita atau pria itu. Penurunan tingkat kesuburan di atas usia 35 ...

Masyarakat Sudah Muak Dengan Banyaknya Peraturan Bagi yang Lemah

Masyarakat Sudah Muak Dengan Banyaknya Peraturan Bagi yang Lemah

Nasional      

13 Agu 2021 | 1123 Kak Min


Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) ...

Waspadalah Pada Makanan yang Kita Olah atau yang Langsung Kita Makan

Waspadalah Pada Makanan yang Kita Olah atau yang Langsung Kita Makan

Kesehatan      

11 Jun 2020 | 938 Kak Min


Pandemi virus covid-19 masih menguasi seisi jagat raya, jadi kita harus pintar-pintar menjaga kesehatan. Terutama dalam hal memilih makanan yang sehat untuk tubuh kita. Masyarakat sekarang ...