Mau Umrah, tapi Pembiayaan dari Hasil Berhutang, Bolehkah?

9 Maret 2020  |  211x | Ditulis oleh : Kak Min
Mau Umrah, tapi Pembiayaan dari Hasil Berhutang, Bolehkah?

pembiayaan umrah berhutang - Dapat melaksanakan ibadah umroh, merupakan keinginan seluruh umat Islam. Namun begitu, hukum umrah pada dasarnya adalah Sunat. Namun, karena begitu inginnya untuk menjalankan ibadah Umrah, tidak sedikit dari masyarakat memilih untuk berutang agar dapat berangkat ke tanah suci.

Lantas, bolehkah berutang untuk melaksanakan ibadah Umrah?

Ustadz Oni Syahroni, Anggota Dewan Syariah Nasional DSN-MUI, menjawab pertanyaan ini. Ustadz Oni menjelaskan bahwa pelaksanaan umrah perlu melihat rambu-rambunya, agar pelaksanaan dapat sesuai dengan adab-adabnya, tepat, dan prioritas.

Ustadz Oni menjelaskan, pertama, hal yang perlu diperhatikan mengenai proses pembiayaan. Proses pembiayaan umrah harus sesuai syariah. Selain itu, transaksi yang ada tidak boleh bertentangan dengan syariat, seperti pinjaman berbunga. Salah satu pembiayaan yang direkomendasikan agar tetap terjaga syariah-nya, adalah melalui lembaga keuangan syariah yang dapat diakses terdekat oleh masyarakat.

Pada mekanisme pembiayaan umrah di LKS, skema yang digunakan adalah murabahah atau jual beli tidak tunai. Caranya, LKS membeli paket umrah dari travel, kemudian menjualnya kepada konsumen sesuai dengan peasanan dengan marginnya.

Adapun mengenai sistem murabahah ini, diperbolehkan menurut syariah. Hal ini didasarkan atas fatwa DSN MUI No. 111/DSN-MUI/IX/2017. Selain itu, sebagian ulama membolehkan mekanisme murabahah ini, karena didasarkan pada analogi skema jual beli tauliyah. Jual beli Tauliyah, adalah ketika seseorang menjual barangnya kepada orang lain dengan harga yang sama dengan harga belinya. Lalu, penjual menyampaikan harga belinya kepada pembeli tersebut.

Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW,

"Rasulullah SAW membeli unta untuk hijrah dari Abu Bakar dengan harga at par (tauliyah); ketika Abu Bakar ingin menghibahkan unta tersebut, Rasulullah mengatakan,"Tidak … saya akan bayar sesuai dengan harga pokok pembelian (tsaman)." Hal ini juga  sesuai dengan firman Allah SWT, "Allah SWT menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." (QS al-Baqarah: 275).

Selanjutnya yang kedua, pembeli memiliki kemampuan untuk menunaikan utangnya, sesuai dengan kesepakatan dengan pemberi utang. Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah SAW,

Abu Hurairah RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang meminjam harta orang lain dengan niat ingin membayarnya, niscaya Allah akan memudahkan dalam menunaikannya. Sebaliknya, barangsiapa yang mengambil harta orang lain untuk memusnahkan maka Allah akan mem binasakannya". (HR Bukhari dan Ibnu Majah).

pada umumnya, LKS seperti perusahaan finance syariah maupun bank syariah, aspek yang disebutkan dalam hadits tersebut notabene sudah terpenuhi, karena nasabah yang diterima, adalah nasabah dengan kemampuannya untuk membayar.

Terakhir, ustadz Oni mengingatkan bahwa ibadah Umrah ditunaikan tanpa melalaikan hajatnya yang lebih priroitas. Sebagai contoh, seseorang jangan sampai sengaja berutang untuk umrah, namun meninggalkan utang lain yang sudah jatuh tempo. Hal ini didasarkan pada fikih prioritas, dimana seseorang perlu untuk mendahulukan yang wajib, dibandingkan dengan yang sunah. Selain itu, hal yang primer didahulukan dibandingkan dengan yang sekunder. Sebagaimana firman Allah SWT,

"Apakah yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjid al-Haram kamu samakan dengan orangorang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah." (QS at-Taubah: 19) 

“Di antaranya, selain berumrah, juga memperbanyak target-target kebaikan agar meningkatkan nilai ibadah umrah,” pungkas Ustadz Oni.

Baca Juga:
Menyambut New Normal Kita Harus Senang atau Tidak Ya

Menyambut New Normal Kita Harus Senang atau Tidak Ya

Nasional      

8 Jun 2020 | 52 Kak Min


Saat sekarang ini seluruh masyarakat Indonesia harus bersiap dalam menyambut new normal yang akan di berlakukan pemerintah, kita harus mempersiapkan diri yaitu siapkan mental itu yang ...

Ini Dia Obat Kuat Alami Yang Mampu Menangkal Virus Corona

Ini Dia Obat Kuat Alami Yang Mampu Menangkal Virus Corona

Herbal      

16 Jun 2020 | 89 Kak Min


Wabah penyakit corona yang masih menghantui dunia kini makin mengkhawatirkan. Jumlah korban dari wabah ini makin hari makin bertambah, sehingga mengharuskan kita untuk selalu waspada dan ...

Ini Do'a Berbuka Puasa Sesuai dengan Anjuran Sunnah

Ini Do'a Berbuka Puasa Sesuai dengan Anjuran Sunnah

Religi      

20 Apr 2020 | 103 Kak Min


Do'a berbuka puasa barangkali berbeda-beda setiap orang. Namun, pada intinya, berdo'a ketika berbuka puasa adalah ucapan untuk rasa syukur kepada Allah atas kemampuannya menjalankan ...

Belajar Membaca Al-Qur'an dengan Menghafal Surat At Tin

Belajar Membaca Al-Qur'an dengan Menghafal Surat At Tin

Religi      

28 Maret 2020 | 129 Kak Min


Belajar Membaca Al-Qur'an dengan Menghafal Surat At Tin - Surat At Tin adalah salah satu dari sekian banyak wahyu yang Allah turunkan kepada Rosulullah dikota mekkah dan biasanya ...

Lebih Bahaya Virus Corona atau DBD? Begini Cara Menyikapinya!

Lebih Bahaya Virus Corona atau DBD? Begini Cara Menyikapinya!

Religi      

31 Maret 2020 | 51 Kak Min


Indonesia awal bulan Maret 2020 mulai didatangi virus yang sangat fenomenal  saat ini yakni virus corona. Dimulai dari dua korban yang langsung menghebohkan dunia maya yang berasal ...

5 Universitas Terbaik di Dunia Versi QS World University

5 Universitas Terbaik di Dunia Versi QS World University

Kampus      

22 Mei 2020 | 48 Kak Min


Belajar di universitas adalah impian bagi setiap anak yang tengah menempuh jalur pendidikan. Dari sekian banyaknya universitas pastinya ada pemeringkatan untuk menentukan kualitasnya ...