Mau Umrah, tapi Pembiayaan dari Hasil Berhutang, Bolehkah?

9 Maret 2020  |  415x | Ditulis oleh : Kak Min
Mau Umrah, tapi Pembiayaan dari Hasil Berhutang, Bolehkah?

pembiayaan umrah berhutang - Dapat melaksanakan ibadah umroh, merupakan keinginan seluruh umat Islam. Namun begitu, hukum umrah pada dasarnya adalah Sunat. Namun, karena begitu inginnya untuk menjalankan ibadah Umrah, tidak sedikit dari masyarakat memilih untuk berutang agar dapat berangkat ke tanah suci.

Lantas, bolehkah berutang untuk melaksanakan ibadah Umrah?

Ustadz Oni Syahroni, Anggota Dewan Syariah Nasional DSN-MUI, menjawab pertanyaan ini. Ustadz Oni menjelaskan bahwa pelaksanaan umrah perlu melihat rambu-rambunya, agar pelaksanaan dapat sesuai dengan adab-adabnya, tepat, dan prioritas.

Ustadz Oni menjelaskan, pertama, hal yang perlu diperhatikan mengenai proses pembiayaan. Proses pembiayaan umrah harus sesuai syariah. Selain itu, transaksi yang ada tidak boleh bertentangan dengan syariat, seperti pinjaman berbunga. Salah satu pembiayaan yang direkomendasikan agar tetap terjaga syariah-nya, adalah melalui lembaga keuangan syariah yang dapat diakses terdekat oleh masyarakat.

Pada mekanisme pembiayaan umrah di LKS, skema yang digunakan adalah murabahah atau jual beli tidak tunai. Caranya, LKS membeli paket umrah dari travel, kemudian menjualnya kepada konsumen sesuai dengan peasanan dengan marginnya.

Adapun mengenai sistem murabahah ini, diperbolehkan menurut syariah. Hal ini didasarkan atas fatwa DSN MUI No. 111/DSN-MUI/IX/2017. Selain itu, sebagian ulama membolehkan mekanisme murabahah ini, karena didasarkan pada analogi skema jual beli tauliyah. Jual beli Tauliyah, adalah ketika seseorang menjual barangnya kepada orang lain dengan harga yang sama dengan harga belinya. Lalu, penjual menyampaikan harga belinya kepada pembeli tersebut.

Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW,

"Rasulullah SAW membeli unta untuk hijrah dari Abu Bakar dengan harga at par (tauliyah); ketika Abu Bakar ingin menghibahkan unta tersebut, Rasulullah mengatakan,"Tidak … saya akan bayar sesuai dengan harga pokok pembelian (tsaman)." Hal ini juga  sesuai dengan firman Allah SWT, "Allah SWT menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." (QS al-Baqarah: 275).

Selanjutnya yang kedua, pembeli memiliki kemampuan untuk menunaikan utangnya, sesuai dengan kesepakatan dengan pemberi utang. Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah SAW,

Abu Hurairah RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang meminjam harta orang lain dengan niat ingin membayarnya, niscaya Allah akan memudahkan dalam menunaikannya. Sebaliknya, barangsiapa yang mengambil harta orang lain untuk memusnahkan maka Allah akan mem binasakannya". (HR Bukhari dan Ibnu Majah).

pada umumnya, LKS seperti perusahaan finance syariah maupun bank syariah, aspek yang disebutkan dalam hadits tersebut notabene sudah terpenuhi, karena nasabah yang diterima, adalah nasabah dengan kemampuannya untuk membayar.

Terakhir, ustadz Oni mengingatkan bahwa ibadah Umrah ditunaikan tanpa melalaikan hajatnya yang lebih priroitas. Sebagai contoh, seseorang jangan sampai sengaja berutang untuk umrah, namun meninggalkan utang lain yang sudah jatuh tempo. Hal ini didasarkan pada fikih prioritas, dimana seseorang perlu untuk mendahulukan yang wajib, dibandingkan dengan yang sunah. Selain itu, hal yang primer didahulukan dibandingkan dengan yang sekunder. Sebagaimana firman Allah SWT,

"Apakah yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjid al-Haram kamu samakan dengan orangorang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah." (QS at-Taubah: 19) 

“Di antaranya, selain berumrah, juga memperbanyak target-target kebaikan agar meningkatkan nilai ibadah umrah,” pungkas Ustadz Oni.

Baca Juga:
Menyambut New Normal Kita Harus Senang atau Tidak Ya

Menyambut New Normal Kita Harus Senang atau Tidak Ya

Nasional      

8 Jun 2020 | 253 Kak Min


Saat sekarang ini seluruh masyarakat Indonesia harus bersiap dalam menyambut new normal yang akan di berlakukan pemerintah, kita harus mempersiapkan diri yaitu siapkan mental itu yang ...

Rajin Minum Teh Hijau Hidup Menjadi Sehat

Rajin Minum Teh Hijau Hidup Menjadi Sehat

Herbal      

22 Maret 2020 | 314 Kak Min


Rajin Minum Teh Hijau Hidup Menjadi Sehat – Tahukah Anda bahwa memang teh hijau dipercaya orang-orang Jepang dan China sebagai minuman pokok untuk menjaga kesehatan, karena teh hijau ...

Ini Do'a Berbuka Puasa Sesuai dengan Anjuran Sunnah

Ini Do'a Berbuka Puasa Sesuai dengan Anjuran Sunnah

Religi      

20 Apr 2020 | 316 Kak Min


Do'a berbuka puasa barangkali berbeda-beda setiap orang. Namun, pada intinya, berdo'a ketika berbuka puasa adalah ucapan untuk rasa syukur kepada Allah atas kemampuannya menjalankan ...

Ini 6 Kebiasaan Buruk yang Meningkatkan Resiko Tertular Penyakit Meningitis

Ini 6 Kebiasaan Buruk yang Meningkatkan Resiko Tertular Penyakit Meningitis

Kesehatan      

9 Apr 2020 | 858 Kak Min


Penyakit Meningitis, sedang banyak diperbincangkan, salahsatunya karena menjadi penyebab meninggalnya musisi ternama tanah air, Glenn Fredly. Selain itu, penyakit meningitis semakin menjadi ...

Cara Sehat Menurunkan Berat Badan dalam Satu Minggu

Cara Sehat Menurunkan Berat Badan dalam Satu Minggu

Tips      

3 Jun 2020 | 355 Kak Min


Banyak yang salah kaprah ketika menjalani program diet, bukannya berat badan turun tapi justru semakin naik. Artinya cara sehat menurunkan berat badan yang diikuti bisa saja salah atau ...

Perkataan Puan Maharani "Semoga Sumbar Mendukung Pancasila" Jadi Polemik dan Perdebatan

Perkataan Puan Maharani "Semoga Sumbar Mendukung Pancasila" Jadi Polemik dan Perdebatan

Nasional      

8 Sep 2020 | 232 Kak Min


Seharusnya kejadian memalukan seperti asal bicara ini tidak lagi terjadi, apalagi yang mengeluarkan pendapat itu sudah sekelas ketua DPR. Pernyataan Puan Maharani ini pun telah menyinggung ...