Masyarakat Sudah Muak Dengan Banyaknya Peraturan Bagi yang Lemah

13 Agu 2021  |  1587x | Ditulis oleh : Kak Min
Masyarakat Sudah Muak Dengan Banyaknya Peraturan Bagi yang Lemah

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) yang mewajibkan vaksin bagi yang mau beribadah di tempat ibadah.

“Pernyataan LBP tentang kewajiban membawa sertifikat vaksin memasuki rumah ibadah seperti masjid adalah bentuk pemaksaan kehendak dan pelanggaran nyata atas  _legitimate right_ (hak yang sah) setiap warga negara yang dijamin konstitusi,” ujar Kiai Muhyiddin melalui pernyataannya dilansir dari laman  _Suara Islam Online_, Kamis (12/8/2021).

Kiai Muhyiddin menjelaskan, seorang Muslim yang masuk masjid sudah paham dan sadar tentang kewajiban dan haknya. “Ia tak akan ke masjid jika dalam keadaan sakit,” jelasnya.

Ketua Dewan Pembina JATTI (Jalinan Alumni Timur Tengah Se-Indonesia) itu menilai, pernyataan Luhut tersebut telah melampaui batas kewenangan dan otoritas sebagai pejabat publik yang tak punya kompetensi di bidang keislaman.

Terkait aturan ibadah, kata Kiai Muhyiddin, MUI sudah mengeluarkan beberapa fatwa tentang pelaksaan ibadah ritual di era pandemik.

“Seharusnya ia (LBP) menggunakan narasi yang benar sebelum membuat pernyataan ke publik supaya tak menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” tuturnya.

“Masyarakat sudah muak dengan begitu banyak peraturan yang hanya berlaku bagi rakyat lemah,” tambah Kiai Muhyiddin.

Selain itu, ia juga mengingatkan Luhut untuk tegas terhadap tenaga kerja asing (TKA) khususnya dari China yang belakangan ini marak datang ke Indonesia di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)

“Menko Marvest wajib membuktikan kepada publik tentang komitmennya menerapkan PPKM terhadap TKA dari China yang terus berdatangan dengan bebas dengan fasilitas mewah dan pelayanan istimewa,” kata Ketua Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional PP Muhammadiyah itu.

Kiai Muhyiddin juga mengkritik pemerintah yang tidak mau menggunakan UU Kekarantinaan Kesehatan, tapi malah bikin aturan baru dengan istilah PPKM.

“Semua orang sadar bahwa penggunaan nomen klatur dan istilah yang aneh dari PSBB sampai ke PPKM level sekian adalah upaya pemerintah yang menolak untuk menerapkan UU no 6 tahun 2018 tentang darurat kesehatan/kekarantinaan,” jelasnya.

Seperti diketahui, dalam UU Kekarantinaan Kesehatan pemerintah berkewajiban untuk menanggung kebutuhan hidup rakyat selama dalam Karantina Wilayah.

“Alasan klasik tak tersedia anggaran sudah terbantahkan oleh laporan BPK dan DPR bahwa anggaran penanganan Covid sudah di atas 1000 triliun,” kata Kiai Muhyiddin. (*). (hajinews)

Berita Terkait
Baca Juga:
Jangan Pernah Ada Rasa Ingin Merendahkan Orang Lain

Jangan Pernah Ada Rasa Ingin Merendahkan Orang Lain

Religi      

12 Jun 2020 | 1332 Kak Min


Ketinggian yang sesungguhnya hanyalah bagi mereka yang dekat kepada Allah, sedangkan yang membedakan kedudukan satu orang dengan orang yang lainnya adalah ketaqwaannya. Maka janganlah kita ...

Kulkas 1 Pintu dengan Desain yang Mewah Bikin Mata Melek

Kulkas 1 Pintu dengan Desain yang Mewah Bikin Mata Melek

Tips      

15 Agu 2023 | 697 Kak Min


Menyimpan makanan di dalam kulkas adalah salah satu cara yang efektif untuk menjaga kesegaran makanan dan keawetan makanan. Namun, sering kali kita menghadapi masalah ketika makanan tidak ...

Berita Gembira Bagi Orang yang Sabar

Berita Gembira Bagi Orang yang Sabar

Religi      

22 Apr 2020 | 1217 Kak Min


Dalam menjalani hidup kita tidak akan pernah lepas dari segala macam masalah dan prolema hidup. Setiap manusia yang hidup yang diciptakan Allah SWT memiliki kadar masalahnya ...

Cara Mengatasi Permasalahan setelah Menikah yang Wajib Diketahui Semua Pasutri

Cara Mengatasi Permasalahan setelah Menikah yang Wajib Diketahui Semua Pasutri

Nasional      

22 Mei 2020 | 1080 Kak Min


Semua pasangan tentu mendambakan pernikahan yang adem ayem atau bahagia selalu, salah satu langkah mewujudkannya adalah dengan mengetahui cara mengatasi permasalahan setelah menikah. ...

Keuntungan Mengikuti Kelas Karyawan

Keuntungan Mengikuti Kelas Karyawan

Kampus      

19 Okt 2021 | 1106 Kak Min


Semua orang ingin merasakan pendidikan tinggi alias kuliah di universitas. Namun pada kenyataannya tidak semua orang bisa kuliah dengan alasan yang berbeda-beda, salah satunya karena mereka ...

Dahlan Iskan : Semeru 5 Cm

Dahlan Iskan : Semeru 5 Cm

Nasional      

6 Des 2021 | 780 Kak Min


LANGIT mendung. Sabtu sore lalu. Hujan pun turun rintik-rintik. Ny Imam terpana: kok jas hujan para pengendara motor yang lewat di depan rumahnyi seperti berlumpur. Dia pun menengadahkan ...