Inilah Penyebab Penyakit Liver dan Kenali Gejalanya

18 Jan 2022  |  611x | Ditulis oleh : Kak Min
Inilah Penyebab Penyakit Liver dan Kenali Gejalanya

Penyakit liver (penyakit hati) adalah gangguan pada fungsi maupun fisiologis organ hati.

Liver atau hati berada tepat di bagian bawah tulang rusuk pada sisi kanan perut Anda.

Organ ini terdiri dari dua bagian, yaitu lobus kiri dan lobus kanan.

Organ hati berukuran menyerupai bola yang bekerja paling keras dalam tubuh.

Pasalnya, hati berperan penting dalam proses pencernaan, menyingkirkan zat beracun dari dalam tubuh, dan menyimpan energi cadangan.

Gangguan fungsi hati dapat disebabkan oleh banyak hal.

Penyebab sakit liver bisa diawali oleh infeksi virus maupun penyalahgunaan alkohol, seperti konsumsi alkohol berlebihan.

Obesitas juga memiliki hubungan erat dengan penyakit hati.

Seiring berjalannya waktu, kerusakan dapat menyebabkan luka pada jaringan hati.

Kondisi yang disebut sirosis hati ini dapat menyebabkan gagal hati dan mengancam nyawa.

Penyebab penyakit liver bisa berasal dari infeksi oleh parasit dan virus.

Hingga saat ini dikenal 8 jenis virus hati, dan virus yang paling jahat adalah virus Hepatitis B (HVB) dan Hepatitis C (HCV).

Sedangkan ujung dari hepatitis adalah cirrhosis.

Liver yang cirrhosis selnya berubah menjadi jaringan ikat tidak bisa pulih atau normal lagi, sehingga menurun fungsinya.

Lain halnya jika cirrhosis-nya pada seluruh bagian liver bisa menyebabkan liver lumpuh dan berakhir dengan gagal liver.

Umumnya, penyakit liver, terutama pada tahap awal, tidak menunjukkan tanda dan gejala yang kentara.

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa kerusakan hati bisa ditandai dengan kondisi tertentu.

Berikut ini sejumlah ciri-ciri penyakit liver yang perlu Anda waspadai.

Pasalnya, semakin cepat gangguan fungsi hati ditangani, semakin besar peluang kesembuhan yang dimiliki.

1. Penyakit kuning

Salah satu gejala umum dari sakit liver yaitu penyakit kuning atau jaundice.

Penyakit kuning merupakan kondisi ketika selaput mata dan kulit menjadi berwarna kuning.

Hal ini terjadi ketika kadar pigmen empedu (bilirubin) meningkat drastis dalam darah.

Kadar bilirubin yang tinggi dapat dipicu oleh peradangan, masalah pada sel hati, hingga penyumbatan saluran empedu.

Selain itu, penyakit kuning juga bisa disebabkan oleh kerusakan sel darah merah dan hal ini cenderung terjadi pada bayi yang baru lahir.

Itu sebabnya, penyakit kuning sering menjadi ciri-ciri sakit liver yang pertama dan terkadang menjadi satu-satunya tanda dari penyakit ini.

2. Nyeri perut bagian atas

Ada banyak penyakit yang dapat memicu rasa sakit pada bagian atas, salah satunya penyakit liver.

Nyeri perut bagian atas merupakan gejala yang paling sering dialami oleh pasien sakit liver karena letak organ hati yang berada di sekitar area tersebut.

Meski tidak terlalu sering memicu rasa sakit, ada beberapa jenis penyakit liver yang menjadi dalang dari nyeri perut ini, yakni:

abses, nanah yang berkumpul di sekitar hati memicu rasa sakit
penyakit hepatitis dan memicu rasa sakit pada perut bagian atas
hepatitis alkoholik akibat konsumsi alkohol terlalu banyak merusak hati dan menyebabkan rasa sakit
pembesaran hati akibat kanker yang dapat mengakibatkan rasa tidak nyaman pada perut.

Bila rasa sakit pada perut disertai dengan menguningnya kulit dan selaput mata, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

3. Kelelahan

Kelelahan merupakan gejala umum yang sering dialami oleh pasien sakit liver, terutama penyakit hepatitis, baik akibat dari virus maupun konsumsi berlebihan.

Namun, rasa lelah yang dialami tidak bisa menjadi pertanda tingkat keparahan dari penyakit hati.

Hal ini dikarenakan gejala penyakit hati ini tidak dialami oleh semua orang.

Beberapa pasien penyakit liver mungkin sangat merasa lelah, sedangkan lainnya tidak merasakan hal yang sama.

Selain itu, kelelahan bisa dikaitkan dengan masalah kesehatan lainnya, seperti anemia dan pola makan buruk.

Hal ini membuat dokter sulit menentukan apakah kelelahan yang dialami disebabkan oleh penyakit hati atau masalah kesehatan lainnya.

4. Perut bengkak

Beberapa dari Anda mungkin merasa bahwa perut yang bengkak atau bunci disebabkan oleh terlalu banyak makan.

Faktanya, perut yang bengkak bisa menjadi salah satu ciri-ciri dari penyakit liver.

Hal ini dikarenakan perut bengkak dapat disebabkan oleh asites.

Kondisi asites yaitu penumpukan cairan pada rongga perut akibat kebocoran cairan dari hati dan usus.

Kondisi ini sering menjadi gejala penyakit liver dan dapat memicu perut bengkak.

Selain itu, perut bengkak juga terkadang menyebabkan rasa nyeri dan sesak napas.

Namun, perlu diingat bahwa kondisi juga bisa menjadi salah satu tanda-tanda dari masalah kesehatan lainnya, sehingga tidak bisa selalu disebabkan oleh sakit liver.

5. Warna urine berubah menjadi gelap

Bila Anda menjumpai warna urine berubah menjadi gelap atau kecoklatan, ada kemungkinan hal tersebut adalah gejala dari sakit liver.

Mengapa demikian?

Perubahan warna urine menjadi gelap sering terjadi akibat adanya bilirubin atau mioglobin pada urine.

Bilirubin senyawa yang memecah hemoglobin dan senyawa lainnya.

Umumnya, hati akan mencerna bilirubin dan mengirimkannya ke saluran empedu.

Dari saluran empedu, bilirubin akan masuk ke usus kecil atau disimpan di kantong empedu.

Bila hati mengalami peradangan, rusak, atau saluran empedu tersumbat, bilirubin tidak dapat keluar dari hati.

Akibatnya, kadar bilirubin dalam darah pun meningkat dan keluar dari ginjal.

Itu sebabnya, orang yang mengalami hepatitis atau sirosis sering ditandai dengan warna urine yang gelap.

Pasalnya, pasien sirosis hati berisiko mengalami wasir.

Hal ini dapat terjadi karena sirosis hati menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah di dalam rektum atau varises.

Pembuluh darah yang membengkak ini dapat terjadi tanpa sembelit dan bisa memicu perdarahan, serta komplikasi lainnya.

Selain itu, penumpukan cairan pada perut atau asites juga bisa meningkatkan risiko wasir.

Pasalnya, cairan berlebih di perut yang menyebabkan perut bengkak dapat menekan pembuluh darah yang bisa mengakibatkan aliran darah terganggu.

7. Warna BAB pucat

Sama seperti urine, perubahan warna feses menjadi pucat juga disebabkan oleh bilirubin.

Pada saat hati melepaskan bilirubin ke feses, BAB Anda umumnya akan berwarna coklat.

Bila feses berwarna tanah liat atau pucat, ada kemungkinan Anda mengalami infeksi pada hati yang disebabkan oleh produksi empedu atau aliran empedu keluar.

Selain itu, orang yang mengalami sakit kuning juga sering ditandai dengan warna BAB yang pucat.

Gejala sakit liver ini mungkin disebabkan oleh penumpukan zat kimia empedu di dalam tubuh. Selain itu, ada beberapa penyebab lainnya yang berhubungan dengan penyakit liver yang dapat mengubah warna BAB, seperti:

sirosis bilier primer,
hepatitis alkoholik, dan
virus hepatitis.

8. Mudah memar

Bagi Anda yang sering mendapati kulitnya terdapat memar-memar meski tidak pernah jatuh, mungkin perlu berhati-hati.

Pasalnya, mudah memar juga bisa menjadi salah satu tanda-tanda dari penyakit liver akibat konsumsi alkohol berlebihan.

Penyalahgunaan alkohol merupakan faktor risiko utama dari penyakit hati, seperti sirosis.

Pada saat kerusakan hati berkembang, hati mungkin akan berhenti memproduksi protein yang membantu proses pembekuan darah.

Proses pembekuan darah yang terganggu bisa membuat Anda mudah memar yang juga bisa disertai dengan kondisi lainnya, seperti:

rasa gatal pada kulit,
kelelahan,
kaki bengkak, hingga
penyakit kuning.

Ciri-ciri kerusakan hati lainnya

Selain gejala sakit liver yang telah disebutkan di atas, ada beberapa kondisi yang juga bisa menjadi pertanda kerusakan hati, seperti:

nafsu makan menurun,
mual dan muntah,
kulit pucat,
anemia,
mudah bingung, hingga
diare.

Bila Anda mengalami salah satu atau lebih gejala yang telah disebutkan, dan tidak kunjung mereda, segera periksakan diri ke dokter.

Semakin cepat Anda mendapatkan penanganan, semakin besar peluang kesembuhan yang dimiliki.

Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi risiko gagal hati permanen yang mungkin membutuhkan pengobatan seumur hidup.

Tahap Kerusakan Hati

Mengetahui setiap tahap kerusakan jaringan hati sangat penting guna menentukan tindakan pengobatan dan pencegahan kerusakan jaringan lebih lanjut.

Berikut adalah penjelasan masing-masing tahapannya:

Penyakit liver atau penyakit hati pada tahap ini ditandai dengan adanya inflamasi (peradangan) pada sel-sel hati.

Kondisi ini bisa menyebabkan jaringan hati menjadi lunak dan membengkak.

Jika tidak ditangani dengan baik, inflamasi dapat membuat kerusakan permanen pada jaringan hati.

Pada tahap ini, liver mulai mengalami fibrosis, yaitu suatu kondisi saat jaringan parut mulai tumbuh untuk menggantikan jaringan hati yang rusak.

Pembentukan jaringan parut sebenarnya merupakan proses yang dilakukan oleh tubuh untuk menyembuhkan luka yang ada di jaringan hati.

Namun, pembentukan fibrosis ini justru membuat hati tidak bisa berfungsi dengan normal.

Tahap ini ditandai dengan terjadinya sirosis, yaitu kerusakan parah pada hati akibat penumpukan jaringan parut pada hati.

Sirosis disebabkan oleh penyakit hati yang berlangsung dalam waktu lama.

Sirosis hati merupakan tahap akhir dari penyakit liver.

Pada tahap ini, hati sudah tidak bisa berfungsi dengan baik.

Kondisi ini akan ditandai dengan munculnya keluhan dan gejala yang lebih serius.

Pada tahap ini, kerusakan hati sudah terjadi secara menyeluruh.

Kondisi ini menyebabkan hilangnya fungsi hati secara keseluruhan.

Tahap ini disebut juga dengan gagal hati.

Kondisi ini dapat terjadi secara akut atau kronis.

Kerusakan hati yang sudah mencapai tahap akhir tidak bisa disembuhkan.

Penderita kerusakan hati berat umumnya memerlukan penanganan dan perawatan khusus.

Salah satu pilihan penanganan yang dianjurkan pada tahap ini adalah dengan melakukan transplantasi hati. [tribun]

(hajinews)

Baca Juga:
Keuntungan Mengikuti Kelas Karyawan

Keuntungan Mengikuti Kelas Karyawan

Kampus      

19 Okt 2021 | 668 Kak Min


Semua orang ingin merasakan pendidikan tinggi alias kuliah di universitas. Namun pada kenyataannya tidak semua orang bisa kuliah dengan alasan yang berbeda-beda, salah satunya karena mereka ...

Pria Asal Pekalongan Nekat Pergi ke Mekkah dengan Berjalan Kaki

Pria Asal Pekalongan Nekat Pergi ke Mekkah dengan Berjalan Kaki

Nasional      

3 Agu 2021 | 1980 Kak Min


Benar kata orang, dimana ada kemauan di situ ada jalan.Hal ini dipraktikkan sendiri oleh permuda bernama Mochammad Khamim yang berlelah-lelah berjalan kaki ribuan kilometer untuk beribadah ...

Jangan Buang Ampas Kopi, Ternyata Ini Loh Manfaatnya

Jangan Buang Ampas Kopi, Ternyata Ini Loh Manfaatnya

Tips      

26 Nov 2020 | 556 Kak Min


Wanita tentunya selalu ingin tampil cantik, baik dirumah apalagi diluar rumah, kapan juga dan dalam kondisi apa saja, pokonya mah wanita harus terlihat cantik. Makanya tidak sedikit wanita ...

Inilah Penyebab Penyakit Liver dan Kenali Gejalanya

Inilah Penyebab Penyakit Liver dan Kenali Gejalanya

Kesehatan      

18 Jan 2022 | 611 Kak Min


Penyakit liver (penyakit hati) adalah gangguan pada fungsi maupun fisiologis organ hati. Liver atau hati berada tepat di bagian bawah tulang rusuk pada sisi kanan perut ...

Manfaat Dibalik Rasa Mangga yang Enak

Manfaat Dibalik Rasa Mangga yang Enak

Kesehatan      

16 Sep 2022 | 124 Kak Min


Selain rasanya enak, mangga juga punya kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Para ibu juga tidak usah repot memaksa anak-anak untuk makan mangga karena termasuk ...

3 Cara Menurunkan Gula Darah Tinggi di Pagi Hari

3 Cara Menurunkan Gula Darah Tinggi di Pagi Hari

Kesehatan      

18 Agu 2021 | 829 Kak Min


Orang-orang dengan diabetes sering mencemaskan kadar gula darah tinggi pada pagi hari. Berikut ini cara menurunkan gula darah tinggi pada pagi hari tanpa ...