Daging Kambing Masih Lebih Baik Dibanding Sapi dan Ayam, Ini Paparan Dokter

26 Mei 2022  |  766x | Ditulis oleh : Kak Min
Daging Kambing Masih Lebih Baik Dibanding Sapi dan Ayam, Ini Paparan Dokter

Daging kambing tetap lebih baik dibandingkan daging sapi maupun daging ayam, sehingga aman dikonsumsi penderita hipertensi.

Fakta tentang kebaikan daging kambing itu terungkap dalam Buku Ajar Ilmu Kesehatan: Memahami Gejala, Tanda dan Mitos (2019) yang ditulis Dr. dr. Umar Zein, DTM&H., Sp.PD., KPTI., FINASIM dan dr. Emir El Newi, Sp.M, sebagaimana diutarakan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH.

Dokter Tunggul Situmorang menukil intisari dari buku tersebut untuk menjelaskan tentang benar dan tidaknya daging kambing bisa menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Berdasarkan buku tersebut, menurutnya, kandungan daging kambing lebih baik dibanding daging sapi dan ayam.

Disebutkan bahwa kolesterol daging kambing lebih rendah dibandingkan daging sapi atau ayam.

Kadar kolesterol daging kambing hanya sekitar 57 mg per 100 gram, sedangkan kadar kolesterol daging sapi sekitar 89 mg per 100 gram dan daging ayam 83 mg per 100 gram.

Adapun kandungan lemak pada daging kambing lebih rendah daripada daging sapi atau ayam.

Jika ditotal, kandungan lemak pada 100 gram daging kambing hanya 2,3 gram, sedangkan per 100 gram daging sapi mencapai 15 gram dan daging ayam kurang dari 7,5 gram.

Selain lemak dan kolesterol, kandungan kalori daging kambing terhitung lebih rendah dibandingkan daging sapi maupun daging ayam, dengan setiap 100 gramnya, daging kambing mengandung 109 kalori, daging sapi sebesar 250 kalori, dan daging ayam 196 kalori.

Dokter Tunggul Situmorang menegaskan, tidak ada satu daging pun – termasuk daging kambing – yang menyebabkan hipertensi.

“Di semua buku hipertensi yang pernah saya baca, tidak ada satu statement pun yang menyatakan daging (daging apapun) sebagai penyebab hipertensi,” kata Tunggul dikutip dari laman Kompas.com tertanggal Sabtu (30/4/2022).

Menurutnya, lebih dari 90 persen penyebab hipertensi adalah faktor genetik atau keturunan yang dikategorikan sebagai hipertensi primer atau essential hypertension.

Sementara terkait asupan makanan, hipertensi dikaitkan dengan jumlah asupan garam.

“Konsumsi garam meningkat, hipertensi meningkat,” tutur dia.

Persepsi salah

Sehingga, kemungkinan persepsi yang salah terkait efek konsumsi daging kambing maupun sapi dan hipertensi adalah mengenai kandungan garam dan/atau risiko kandungan lemak atau kolesterolnya.

Naiknya kolesterol, lanjut dia, menjadi risiko tambahan yang nilainya berlipat meningkatkan risiko serangan kardiovaskultas seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, dan lain-lain.

Melansir Kompas.com, 18 Februari 2020, menuliskan bahwa daging kambing tidak sepenuhnya dapat menyebabkan hipertensi. Hal ini tentu saja merujuk pada fakta kandungan yang ada dalam daging kambing tersebut.

Lantas bagaimana selama ini daging kambing bisa dianggap menyebabkan hipertensi?

Momen berkumpul bersama keluarga di hari raya biasanya akan tersaji beragam makanan Lebaran, tak terkecuali olahan daging kambing dan daging sapi.

Olahan daging kambing yang dimasak menjadi macam-macam lauk memang menggiurkan selera makan, tapi ada ketakutan tertentu bagi masyarakat yang dikaitkan dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Faktor cara memasaknya

Konsumsi daging kambing dapat membahayakan kesehatan dikarenakan cara memasaknya, seperti digoreng terlebih dahulu sebelum diolah lebih lanjut, dipanggang, atau dibakar.

Memasak dengan digoreng, dibakar atau dipanggang dapat meningkatkan kalori makanan dibandingkan versi mentahnya.

Minyak, mentega, atau margarin yang digunakan juga dapat berubah menjadi lemak yang kemudian terserap oleh daging.

Suhu panas saat menggoreng dan memanggang olahan daging kambing maupun sapi, juga membuat kandungan air dalam daging menguap hilang dan digantikan oleh lemak dari minyak.

Lemak yang terserap menyebabkan makanan yang sebelumnya rendah kalori menjadi tinggi kalori.

Peningkatan daging kambing setelah dimasak bahkan mencapai 64 persen dari kalori sebelumnya.

Sementara itu, asupan tinggi kalori dalam tubuh akan diubah menjadi lemak, yang lama kelamaan menumpuk di pembuluh darah sehingga menyebabkan pembuluh darah menyempit dan meningkatkan tekanan darah.

Penggunaan beragam bumbu penyedap selama memasak daging kambing secara tidak langsung dapat menjadi faktor pemicu datangnya masalah tekanan darah tinggi.

Bumbu atau bahan penyedap seperti kecap, garam, atau micin cenderung mengandung sodium tinggi dan pengawet yang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi apabila dikonsumsi berlebihan.

Daging kambing juga sering diolah menjadi makanan bersantan, yang secara alami tidak mengandung kolesterol tapi perlu diwaspadai karena kandungan lemak jenuhnya cukup tinggi.

Berita Terkait
Baca Juga:
5 Universitas Terbaik di Dunia Versi QS World University

5 Universitas Terbaik di Dunia Versi QS World University

Kampus      

22 Mei 2020 | 1109 Kak Min


Belajar di universitas adalah impian bagi setiap anak yang tengah menempuh jalur pendidikan. Dari sekian banyaknya universitas pastinya ada pemeringkatan untuk menentukan kualitasnya ...

3 Penyakit Ini Bakal dialami yang Doyan Selingkuh

3 Penyakit Ini Bakal dialami yang Doyan Selingkuh

Nasional      

30 Des 2022 | 390 Kak Min


Tentu Selingkuh bukanlah kegiatan yang terpuji. Selain menyinggung pasangan, perbuatan negatif ini juga dilarang dalam agama, sehingga orang yang melakukannya melakukan dosa ...

Kulmi Jasa Cuci dan Service AC Terbaik Di Tangerang

Kulmi Jasa Cuci dan Service AC Terbaik Di Tangerang

Tips      

6 Mei 2021 | 1990 Kak Min


Negara kita adalah negara yang beriklim tropis yang tentunya hanya memiliki 2 musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Suhu di negara kita ini termasuk panas apalagi yang berada di ...

Jangan Buang Ampas Kopi, Ternyata Ini Loh Manfaatnya

Jangan Buang Ampas Kopi, Ternyata Ini Loh Manfaatnya

Tips      

26 Nov 2020 | 920 Kak Min


Wanita tentunya selalu ingin tampil cantik, baik dirumah apalagi diluar rumah, kapan juga dan dalam kondisi apa saja, pokonya mah wanita harus terlihat cantik. Makanya tidak sedikit wanita ...

Jokowi Akan Berusaha Keras Menggagalkan Anies Baswedan Jadi Presiden 2024. Karena Hal Ini!

Jokowi Akan Berusaha Keras Menggagalkan Anies Baswedan Jadi Presiden 2024. Karena Hal Ini!

Nasional      

27 Jun 2022 | 524 Kak Min


Mengapa Jokowi akan menggagalkan Anies jadi capres 2024? Karena kalau nanti Anies jadi presiden dan Gibran jadi Gubernur Jawa Tengah/DKI Jakarta, mungkin nasibnya seperti Anies sewaktu jadi ...

Cara Agar Terhindar Dari Gigitan Ular

Cara Agar Terhindar Dari Gigitan Ular

Nasional      

19 Feb 2021 | 970 Kak Min


Ular adalah hewan reptilian yang tidak berkaki dan bertubuh panjang dan tersebar luas di seluruh dunia, di Indonesia penyebab kesehatan bahkan kematian adalah ular. Karena masih banyak ...