Daging Kambing Masih Lebih Baik Dibanding Sapi dan Ayam, Ini Paparan Dokter

26 Mei 2022  |  382x | Ditulis oleh : Kak Min
Daging Kambing Masih Lebih Baik Dibanding Sapi dan Ayam, Ini Paparan Dokter

Daging kambing tetap lebih baik dibandingkan daging sapi maupun daging ayam, sehingga aman dikonsumsi penderita hipertensi.

Fakta tentang kebaikan daging kambing itu terungkap dalam Buku Ajar Ilmu Kesehatan: Memahami Gejala, Tanda dan Mitos (2019) yang ditulis Dr. dr. Umar Zein, DTM&H., Sp.PD., KPTI., FINASIM dan dr. Emir El Newi, Sp.M, sebagaimana diutarakan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH.

Dokter Tunggul Situmorang menukil intisari dari buku tersebut untuk menjelaskan tentang benar dan tidaknya daging kambing bisa menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Berdasarkan buku tersebut, menurutnya, kandungan daging kambing lebih baik dibanding daging sapi dan ayam.

Disebutkan bahwa kolesterol daging kambing lebih rendah dibandingkan daging sapi atau ayam.

Kadar kolesterol daging kambing hanya sekitar 57 mg per 100 gram, sedangkan kadar kolesterol daging sapi sekitar 89 mg per 100 gram dan daging ayam 83 mg per 100 gram.

Adapun kandungan lemak pada daging kambing lebih rendah daripada daging sapi atau ayam.

Jika ditotal, kandungan lemak pada 100 gram daging kambing hanya 2,3 gram, sedangkan per 100 gram daging sapi mencapai 15 gram dan daging ayam kurang dari 7,5 gram.

Selain lemak dan kolesterol, kandungan kalori daging kambing terhitung lebih rendah dibandingkan daging sapi maupun daging ayam, dengan setiap 100 gramnya, daging kambing mengandung 109 kalori, daging sapi sebesar 250 kalori, dan daging ayam 196 kalori.

Dokter Tunggul Situmorang menegaskan, tidak ada satu daging pun – termasuk daging kambing – yang menyebabkan hipertensi.

“Di semua buku hipertensi yang pernah saya baca, tidak ada satu statement pun yang menyatakan daging (daging apapun) sebagai penyebab hipertensi,” kata Tunggul dikutip dari laman Kompas.com tertanggal Sabtu (30/4/2022).

Menurutnya, lebih dari 90 persen penyebab hipertensi adalah faktor genetik atau keturunan yang dikategorikan sebagai hipertensi primer atau essential hypertension.

Sementara terkait asupan makanan, hipertensi dikaitkan dengan jumlah asupan garam.

“Konsumsi garam meningkat, hipertensi meningkat,” tutur dia.

Persepsi salah

Sehingga, kemungkinan persepsi yang salah terkait efek konsumsi daging kambing maupun sapi dan hipertensi adalah mengenai kandungan garam dan/atau risiko kandungan lemak atau kolesterolnya.

Naiknya kolesterol, lanjut dia, menjadi risiko tambahan yang nilainya berlipat meningkatkan risiko serangan kardiovaskultas seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, dan lain-lain.

Melansir Kompas.com, 18 Februari 2020, menuliskan bahwa daging kambing tidak sepenuhnya dapat menyebabkan hipertensi. Hal ini tentu saja merujuk pada fakta kandungan yang ada dalam daging kambing tersebut.

Lantas bagaimana selama ini daging kambing bisa dianggap menyebabkan hipertensi?

Momen berkumpul bersama keluarga di hari raya biasanya akan tersaji beragam makanan Lebaran, tak terkecuali olahan daging kambing dan daging sapi.

Olahan daging kambing yang dimasak menjadi macam-macam lauk memang menggiurkan selera makan, tapi ada ketakutan tertentu bagi masyarakat yang dikaitkan dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Faktor cara memasaknya

Konsumsi daging kambing dapat membahayakan kesehatan dikarenakan cara memasaknya, seperti digoreng terlebih dahulu sebelum diolah lebih lanjut, dipanggang, atau dibakar.

Memasak dengan digoreng, dibakar atau dipanggang dapat meningkatkan kalori makanan dibandingkan versi mentahnya.

Minyak, mentega, atau margarin yang digunakan juga dapat berubah menjadi lemak yang kemudian terserap oleh daging.

Suhu panas saat menggoreng dan memanggang olahan daging kambing maupun sapi, juga membuat kandungan air dalam daging menguap hilang dan digantikan oleh lemak dari minyak.

Lemak yang terserap menyebabkan makanan yang sebelumnya rendah kalori menjadi tinggi kalori.

Peningkatan daging kambing setelah dimasak bahkan mencapai 64 persen dari kalori sebelumnya.

Sementara itu, asupan tinggi kalori dalam tubuh akan diubah menjadi lemak, yang lama kelamaan menumpuk di pembuluh darah sehingga menyebabkan pembuluh darah menyempit dan meningkatkan tekanan darah.

Penggunaan beragam bumbu penyedap selama memasak daging kambing secara tidak langsung dapat menjadi faktor pemicu datangnya masalah tekanan darah tinggi.

Bumbu atau bahan penyedap seperti kecap, garam, atau micin cenderung mengandung sodium tinggi dan pengawet yang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi apabila dikonsumsi berlebihan.

Daging kambing juga sering diolah menjadi makanan bersantan, yang secara alami tidak mengandung kolesterol tapi perlu diwaspadai karena kandungan lemak jenuhnya cukup tinggi.

Berita Terkait
Baca Juga:
Covid Singapura “Meledak” Lagi, Tembus 11.000 Kasus Sehari

Covid Singapura “Meledak” Lagi, Tembus 11.000 Kasus Sehari

Mancanegara      

30 Jun 2022 | 204 Kak Min


Singapura melaporkan “ledakan” kasus Covid-19 lagi, Selasa (28/6/2022). Negeri itu mencatat 11.504 kasus baru Covid-19, terdiri dari 10.732 kasus lokal dan 772 kasus ...

Status Gunung Semeru Naik Jadi Siaga, Dilarang Aktivitas dalam Radius 13 Km dari Puncak

Status Gunung Semeru Naik Jadi Siaga, Dilarang Aktivitas dalam Radius 13 Km dari Puncak

Nasional      

17 Des 2021 | 333 Kak Min


Status Gunung Semeru yang naik dari Level 2 Waspada menjadi Level 3 Siaga membuat perubahan sejumlah kebijakan rekomendasi. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ...

Wujudkan Impian Tampil Cantik Awet Muda Sehat dan Ideal

Wujudkan Impian Tampil Cantik Awet Muda Sehat dan Ideal

Kesehatan      

12 Mei 2020 | 920 Kak Min


Tubuh kita tentu membutuhkan banyak vitamin dan nutrisi, pernah gak baca dari ahli gizi Cassandra Barns yang mengatakan bahwa ada buah yang mengandung serat tinggi dan antioksidan yang ...

Tentang Kesepian Dalam Pernikahan

Tentang Kesepian Dalam Pernikahan

Nasional      

26 Sep 2021 | 483 Kak Min


Suami saya benar-benar menyukai geometri, dan begitu dia menguasai hal-hal yang rumit dalam bidang itu, dia suka melakukannya bersama saya dengan detail yang tepat. Jika dia melihat ...

Jika Sering Mengalami Ini Jangan Anggap Sepele

Jika Sering Mengalami Ini Jangan Anggap Sepele

Kesehatan      

5 Mei 2021 | 849 Kak Min


Setiap orang pasti pernah mengalami rasany kesemutan, apabila siku anda terbentur atau tangan dibiarkan pasa posisi tertentu, dan anda membiarkannya dalam waktu lama maka kesemutan itu akan ...

Hujan Deras Mulai Mengguyur? Jangan Lupa Baca Do'a Ini

Hujan Deras Mulai Mengguyur? Jangan Lupa Baca Do'a Ini

Religi      

1 Jan 2020 | 944 Kak Min


Jakarta - Sobat Mitra, sepekan terakhir hujan terus mengguyur wilayah Jabodetabek. Bahkan, sampai tulisan ini diturunkan oleh Kak Min, hujan masih ...